Wisuda Hafidhoh ke-VIII, KH Ainul Yaqin: Hamalatul Qur'an Hadir dengan Moderasi
Jombang, (afederasi.com) – Suasana haru dan khidmat menyelimuti acara Wisuda Hafidhoh Qur'an ke-VIII Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Putri yang berlangsung di Jogoroto, Jombang, Jawa Timur, Minggu (15/02/2026).
Sebanyak 106 peserta dinyatakan layak mengikuti prosesi wisuda, menandai keberhasilan mereka dalam menyelesaikan jenjang pendidikan Al-Qur'an.
Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Putri, KH Ainul Yaqin, S.Q, menyampaikan pesan penuh makna mengenai perjalanan pesantren yang didirikannya.
Ia mengawali dengan rasa syukur atas segala nikmat Allah, seraya menegaskan bahwa keberadaan pesantren adalah "tempat berjanji" untuk berjuang di jalan Ilahi.
"Segala puji bagi Allah, segala abdi kepada Allah, sumpah janji dengan nama Allah. Kita berada di lingkungan ma'had, place of agreement: tempat berjanji dengan sebutan Pondok Pesantren," ujar KH Ainul Yaqin di hadapan para santri, walisantri, dan undangan.
Perjalanan dari "Zero Konsep" hingga Melahirkan 106 Hafidzah
KH Ainul Yaqin mengenang kembali awal mula berdirinya Hamalatul Qur'an. Ia menceritakan bahwa sebelum santri datang pada 28 Rajab 1432 H, persiapan telah dimulai sejak H-60 hari. Santri pertama yang tercatat bernama Sufi Sulaiman, disusul oleh empat orang lainnya.
Menariknya, pada awal nasy'ah (pertumbuhan), pesantren ini memulai dari "zero konsep". Kurikulum awal hanya bertumpu pada shalat tahajud dengan maqra' (bacaan) setengah juz. Dari situlah, inspirasi demi inspirasi datang, termasuk metode pembelajaran yang kemudian dikenal dengan istilah lokal "ngeneiki" (seperti ini).
Tonggak sejarah pun terukir ketika Fuad Hasyim, cucu dari KH Mujahid asal Malang, hadir dan berhasil menyelesaikan tahfidh (hafalan Al-Qur'an) hanya dalam waktu tiga bulan. Disusul kemudian oleh Faiq Faizin, utusan dari Pondok Pesantren Pringsewu Jember.
Keberhasilan ini menjadi pemacu semangat, di mana rata-rata santri berikutnya mampu menyelesaikan tahfidh dalam waktu sekitar enam bulan. Alhasil, dalam kurun waktu 1,5 tahun pertama, Hamalatul Qur'an berhasil mewisuda 15 orang hafidzah dari total 35 santri.
Merawat Warisan Jawa dalam Bingkai Aswaja
Dalam kesempatan itu, KH Ainul Yaqin juga menekankan filosofi khas yang diusung Hamalatul Qur'an, yaitu Jogoroto, Jogorogo, dan Jogoroso. Filosofi ini dirawat menjadi energi budaya (eko-karsa) dan karya lingkungan (eko-karya) yang ekologis.
"Hamalatul Qur'an mengatakan ini aswaja asli warisan jawa dengan kaidah fikih Nahdhatul Ulama' yang dilaksanakan oleh pemangku langgar," tegasnya.
Ia menyebut bahwa model pesantren ini merawat tradisi "kyai deso" yang kerap dianggap kuno (kadaluwarso), namun justru menjadi fondasi kokoh dalam membangun karakter santri.
KH Ainul Yaqin berpesan kepada para wisudawati agar tidak memaknai wisuda sebagai akhir dari segalanya. Ia dengan tegas menyatakan, "Wisuda bukan finis, wisuda bukan 'wis sudah' (selesai tanpa lanjutan). Akan tetapi, ini adalah batas tingkatan pada jenjang Pendidikan Al-Qur'an Karim."
Ia berharap Hamalatul Qur'an terus hadir dan dihadiri, baik secara dirayah (pemahaman) maupun riwayah (periwayatan), sebagai penguat yang bersumber dari kemukjizatan Al-Qur'an.
"Hamalatul Qur'an hadir dengan efek barokah dan menghadirkan moderasi terkini dengan membangun kerjasama tanpa batas, kapanpun dan dimanapun," imbuhnya.
Ekspansi Lembaga Pendidikan untuk Masa Depan Bangsa
Puncak acara wisuda juga menjadi ajang pengumuman perluasan sayap pendidikan di lingkungan Hamalatul Qur'an. Dalam waktu dekat, akan hadir:
1. SD Plus Hamalatul Qur'an
2. SMP Plus Hamalatul Qur'an
3. SMA Plus Hamalatul Qur'an
Lembaga-lembaga tersebut akan dikelola secara teknis oleh Yayasan PJC (Pondok Pesantren Jogoroto Collaboration). Selain itu, pesantren ini juga telah mengelola SMP Hamalatul Qur'an Ringinagung dan SMK Graha Husada melalui Yayasan Graha Muslim Cendekia.
Tak ketinggalan, SMP Islam Hamalatul Qur'an Al-Ijabah dan SMK HAQ yang memiliki jurusan pertanian dengan produksi benih polowijo, sebagai wujud nyata karya dari buah pikiran para pemrakarsa.
"Semua ini adalah harapan bersama demi masa depan sebagai pewaris bangsa yang penuh makna, barokah, dengan ridho Allah Swt, dengan khas Hamalatul Qur'an Jogoroto, Jogorogo, dan Jogoroso," tutup KH Ainul Yaqin.
Wisudawati terbaik tahun 2026 yakni Izza Nur Rahmah Binti Ngadiyin Sidoarjo.
Disamping wisuda juga diberikan golden tiket mahasiswa baru jenjang sarjana srata (S1) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diberikan kepada :
1. Izza Nur Rohmah binti Ngadiyin dari Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
2.Najiyyatul Wafa Rajana binti KH. Mansyurrojab , M.Pdi dari Lombok.
3 . Fina Munjiyatul Husna, binti Drs . KH. Muhammad Syamsudin dari Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
4. Zharifa Zeira Mecca, binti Dr.KH Ali Fakhrudin Malang, Jawa Timur.
5.Nur Baiti, binti H.Maskup Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Untuk golden tiket mahasiswa baru jenjang Magister (S2). Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang diberikan kepada:
1.Riski Amalia, binti H Moh Nizar Zahro Surabaya.
2. Ridaus Saadah, binti Maqbul Sidoarjo
Pemberian golden tiket untuk jenjang S1 dan S2 di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang di serahkan langsung oleh Rektor Prof.Dr.Hj.Ilfi Nur Diana, M.Si,CARM,CRMP didampingi KH Ainul Yaqin S,Q pengasuh pondok pesantren Hamalatul Qur'an Putri Jogoroto Jombang.
Selain wisuda juga diresmikan Koperasi Rasional Sejahtera Bersama Hamalatul Qur'an, dilanjutkan amanat pengasuh pondok pesantren Tebuireng Jombang, sambutan Bupati Jombang dan di lanjutkan orasi ilmiah oleh Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Prof.Dr.Hj.Ilfi Nur Diana, M.Si,CARM,CRMP.
Setelah melakukan orasi ilmiah selanjutnya dilakukan penyerahan cinderamata KH Ainul Yaqin S,Q kepada Prof.Dr.Hj.Ilfi Nur Diana, M.Si,CARM,CRMP, Rektor Universitas Islam Negeri UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga pemberian cinderamata ke Pemerintah Kabupaten Jombang dan ditutup doa.
Acara wisuda yang berlangsung lancar ini menjadi bukti nyata konsistensi Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Putri dalam melahirkan generasi penghafal Al-Qur'an yang berkarakter, moderat, dan siap berkontribusi bagi nusa dan bangsa. (san)
What's Your Reaction?



