Sambut Hari Bumi, AKBP Ridwan Maliki Hijaukan Bukit Margoesis Demi Warisan Anak Cucu

Polres Trenggalek menanam 200 pohon beringin di 14 kecamatan untuk menjaga sumber mata air dan mengantisipasi kekeringan ekstrem menyambut Hari Bumi 2026.

21 Apr 2026 - 13:13
Sambut Hari Bumi, AKBP Ridwan Maliki Hijaukan Bukit Margoesis Demi Warisan Anak Cucu
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki saat menanam pohon beringin di bukit Margoesis (Ist)

Trenggalek, (afederasi.com) – Menjelang peringatan Hari Bumi Sedunia yang jatuh pada 22 April sekaligus menyongsong Hari Bhayangkara ke-80, Polres Trenggalek melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan. Korps Bhayangkara ini melakukan penanaman ratusan pohon beringin secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek guna menjaga ketersediaan air baku bagi masyarakat.

Puncak kegiatan ini dipusatkan di kawasan Bukit Margoesis, Kelurahan Surodakan, Kecamatan Trenggalek, Selasa (21/4/2026). Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, memimpin langsung proses penanaman di area perbukitan yang menjadi salah satu penyangga lingkungan di wilayah kota tersebut.

"Secara keseluruhan ada 200 pohon beringin yang kami tanam dan tersebar di 14 kecamatan. Khusus untuk di Bukit Margoesis ini, kami menanam di enam titik strategis," ujar AKBP Ridwan Maliki di lokasi penanaman.

Gerakan penghijauan ini sejatinya telah bergulir sejak sepekan terakhir. Fokus utama kepolisian adalah menyasar daerah-daerah yang selama ini memiliki potensi kekeringan tinggi serta lokasi sekitar sumber mata air yang menjadi tumpuan kebutuhan air bersih warga.

AKBP Ridwan menjelaskan bahwa pemilihan pohon beringin bukan tanpa alasan. Tanaman ini dikenal memiliki karakteristik unik yang sangat efektif untuk konservasi lahan dan air dibandingkan tanaman keras lainnya.

"Pohon beringin ini penghasil oksigen dan peneduh yang baik. Selain itu, akarnya sangat kuat untuk menyerap serta menyimpan air dalam jumlah besar," terang Kapolres.

Langkah preventif ini diambil sebagai respons atas peringatan dini dari BMKG terkait fenomena iklim tahun ini. Musim kemarau diprediksi akan berlangsung lebih lama dan lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yang berpotensi memicu krisis air bersih di sejumlah desa di Trenggalek.

"Tujuan utama kami adalah menyelamatkan mata air dengan penanaman pohon sebagai penyangga lingkungan," tegas Ridwan.

Kapolres menyadari bahwa dampak dari penanaman ini tidak bisa dirasakan secara instan dalam waktu dekat. Namun, aksi ini merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga ekosistem Trenggalek agar tetap lestari bagi generasi mendatang.

"Hasilnya mungkin tidak instan, tapi manfaatnya akan sangat terasa 20 hingga 30 tahun mendatang. Ini demi masa depan anak cucu kita nanti," pungkasnya.(pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow