Saat Libur Lebaran, MBG di Pacitan Tetap Berjalan untuk Ibu Hamil dan Balita

13 Mar 2026 - 07:57
Saat Libur Lebaran, MBG di Pacitan Tetap Berjalan untuk Ibu Hamil dan Balita
Dapur SPPG yang menyiapkan makanan penyaluran bagi ibu hamil dan balita. (Foto:Feri/Afederasi)

Pacitan (afederasi.com) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama periode libur Idulfitri, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

Ketentuan tersebut mengacu pada Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Badan Gizi Nasional mengenai mekanisme pelaksanaan program MBG selama libur dan cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah.

Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa pada 18–24 Maret 2026 tidak dilakukan penyaluran MBG secara langsung kepada seluruh penerima manfaat. 

Sebagai penggantinya, distribusi dilakukan lebih awal dalam bentuk paket makanan kemasan sehat yang dibagikan sekaligus untuk beberapa hari.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Heru Wiwoho, mengatakan pelaksanaan program MBG di daerah akan menyesuaikan dengan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

“Ya disesuaikan dengan arahan dan regulasi yang ada. Karena itu sudah menjadi kebijakan, tentu harus didukung,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, penyaluran MBG bagi siswa mengikuti jadwal kegiatan belajar mengajar di sekolah. 

Karena sekolah libur selama masa Idulfitri, penyaluran untuk siswa juga menyesuaikan dengan jadwal tersebut.

“Kalau sekolah libur ya kegiatannya juga libur. Tetapi untuk kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita tetap harus diperhatikan kebutuhan gizinya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pelaksana program di daerah kemungkinan telah menerima petunjuk teknis dari pemerintah pusat terkait mekanisme distribusi selama masa libur.

“Saya kira sudah ada arahan dari BGN. Kalau penerima manfaatnya tidak banyak, pelaksanaannya juga bisa menyesuaikan,” ujarnya.

Pemerintah juga mengingatkan para mitra pelaksana program MBG agar menjalankan kegiatan sesuai regulasi yang berlaku.

“Kalau memang itu sudah menjadi regulasi ya harus diikuti. Kalau tidak sesuai aturan bisa saja dikenakan sanksi,” pungkasnya.(feri)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow