Situbondo Catat Produksi Tembakau 10 Ribu Ton, Diminati Konsumen Luar Daerah
Situbondo (afederasi.com) – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Situbondo, Sugiono, menyoroti lonjakan produksi tembakau di wilayahnya saat menjadi narasumber dalam sosialisasi peraturan di bidang cukai.
Acara yang dihadiri 90 peserta dari Kecamatan Situbondo, termasuk Satlinmas, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha, berlangsung di Aula Nidin Kodim 0823, Jumat (18/10/2024).
Sugiono mengungkapkan bahwa produksi tembakau di Situbondo pada 2023 mencapai 10.322 ton dengan total lahan tanam seluas 5.428,13 hektare. Angka ini menunjukkan potensi besar sektor tembakau di wilayah tersebut.
"Lahan produksi tembakau kita sangat luas, dan hasilnya luar biasa," ujar Sugiono.
Tembakau rajang asal Situbondo dikenal memiliki kualitas unggul yang banyak diminati konsumen dari luar daerah, seperti Bandung, Malang, dan Jakarta.
"Kualitas tembakau Situbondo jauh lebih baik dibandingkan daerah lain, makanya banyak dicari perokok dari luar kota," tambah Sugiono.
Besarnya produksi tembakau ini juga berkontribusi pada peningkatan penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemkab Situbondo. Pada 2024, dana yang dialokasikan mencapai Rp77 miliar, yang digunakan untuk program kesejahteraan sebesar 50 persen, kesehatan 40 persen, dan penegakan hukum 10 persen.
"Dana ini kami manfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, layanan kesehatan, serta penegakan hukum terkait peredaran hasil tembakau," tutup Sugiono.(vya/dn)
What's Your Reaction?



