Pementasan Rekontruksi Gambus Misri Bintang Sembilan Pukau Ratusan Penonton

07 Feb 2026 - 18:26
Pementasan Rekontruksi Gambus Misri Bintang Sembilan Pukau Ratusan Penonton
Penampilan rekontruksi gambus Misri bintang sembilan saat pentas di gedung kesenian kabupaten Jombang,Jumat (06/02/2026).(Foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Kesenian tradisional Gambus Misri Bintang Sembilan dari Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, kembali memukau ratusan pengunjung dalam pementasan spektakuler di Gedung Kesenian Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (06/02/2026). 

Acara yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang ini menandai kebangkitan kembali warisan budaya lokal yang sempat vakum.

Pementasan kali ini tidak hanya menyajikan seni pertunjukan, tetapi juga menghadirkan sesi dialog kebudayaan yang membahas sejarah Gambus Misri dan lakon "Fajar Islam" yang menceritakan tentang perjalanan dakwah Syeh Maulana Ishak di kerajaan Blambangan.

Acara dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang,Kepala OPD Pemerintah Kabupaten Jombang dan Camat Sumobito, pengiat budaya serta tamu undangan.

Dalam sambutannya, Sekda Agus Purnomo menyatakan apresiasi tinggi atas upaya rekonstruksi Gambus Misri Bintang Sembilan. "Ini adalah awal kebangkitan Gambus Misri untuk menghidupkan kembali pakemnya tanpa meninggalkan zaman dan jati dirinya," ujar Agus.

Agus Purnomo menjelaskan bahwa Gambus Misri lahir dari lingkungan Pesantren Tebu Ireng dan merupakan pengembangan dari seni ludruk. "Kalau ludruk mengangkat cerita rakyat, Gambus Misri mengambil judul yang berbau Islam," terangnya.

Keberadaan Gambus Misri, menurutnya, perlu dilestarikan karena generasi muda belum sepenuhnya memahami kesenian ini. "Pemkab Jombang berkomitmen terus mendukung, melindungi, dan memanfaatkan seniman agar warisan budaya tak benda ini bisa lestari," tegasnya.

Sementara itu, Anasrul Hakim, Pimpinan Gambus Misri Bintang Sembilan, mengungkapkan bahwa kesenian ini sebenarnya sudah lama ada, tetapi sempat terhenti beberapa tahun. 

"Kami dari kaum muda berusaha mereview ulang kegiatan teman-teman Gambus Misri yang lama. Alhamdulillah, pada 2017 kami bertemu dengan pelaku seni budaya Gambus Misri, lalu kita coba uri-uri (rawat) lagi," jelas Anasrul.

Ia berharap adanya dukungan dari semua pihak agar Gambus Misri bisa diterima kembali oleh masyarakat, khususnya generasi muda. "Peserta dari Gen Z mampu melestarikan kebudayaan ini. Kami juga berharap pelaku seni budaya ini bisa seimbang antara seni dan ekonomi," tambahnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Anom Antono, menegaskan bahwa Gambus Misri Bintang Sembilan merupakan satu-satunya kesenian jenis ini di Jombang. "Ini perlu kita uri-uri dan lestarikan bersama agar tidak punah," tegasnya.

Anom juga memaparkan bahwa acara ini merupakan bentuk pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, di mana pemerintah memiliki kewajiban melindungi, mengembangkan, dan melestarikan objek pemajuan kebudayaan.

Hari ini, kita mencoba untuk menampilkan rekontruksi Gambus Misri Bintang Sembilan dari Sumobito, sebagai salah satu bentuk pelestarian budaya yang ada di Kabupaten Jombang," tuturnya.

Acara yang berlangsung sukses ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang dan masyarakat dalam melestarikan warisan budaya lokal untuk generasi mendatang.(san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow