Dukung Asta Cita Presiden, Ratusan Siswa di Lamongan Ikuti Ajang Junior Science Olympiad 2026
Lamongan, (afederasi.com) – Upaya menjaring bibit unggul di bidang akademik terus digencarkan. Melalui ajang Junior Science Olympiad (JSO) 2026, ratusan siswa mulai TK hingga SMP dari berbagai daerah berkompetisi untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Sabtu, (7/2/2026). Salah satu titik pelaksanaan yang menjadi sorotan berada di Kabupaten Lamongan, tepatnya di SMPN 4 Lamongan.
Ketua Yayasan Pendidikan Intan Mutia sekaligus penyelenggara JSO, Muhammad Ali Yasin, mengungkapkan bahwa kompetisi ini merupakan agenda besar yang dilaksanakan secara masif di berbagai wilayah Indonesia.
"Hari ini kita melaksanakan JSO tahun 2026. Tujuannya adalah untuk menjaring prestasi anak-anak nasional, kebetulan hari ini khususnya di Kabupaten Lamongan," ujar Ali Yasin saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia menambahkan bahwa JSO tahun ini telah menjangkau 137 kota di 18 provinsi. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini ditegaskan sebagai bentuk dukungan terhadap program Astacita Presiden dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di bidang sains dan teknologi.
Berbeda dengan olimpiade pada umumnya, JSO 2026 menerapkan sistem apresiasi langsung untuk memotivasi peserta. Ali Yasin menjelaskan bahwa pemberian medali dan sertifikat dilakukan sesegera mungkin guna mengangkat kepercayaan diri siswa. Tantangan geografis pun tak menghalangi semangat panitia.
"Tantangannya adalah teritorial yang tidak selamanya di kota. Karena kami ingin mengangkat ego dan mental anak-anak, saat pelaksanaan kita langsung memberikan fasilitasnya (medali/sertifikat), meskipun terkadang harus mengebut ekspedisi karena kendala jarak," imbuhnya.
Dampak positif juga dirasakan oleh pihak sekolah penyelenggara. Muhammad Nurkholis, Wakasek Kesiswaan SMPN 4 Lamongan, menyebutkan bahwa sekolahnya telah dipercaya menjadi tuan rumah selama tiga tahun berturut-turut.
"Alhamdulillah kegiatan ini sangat memotivasi anak-anak untuk lebih meningkatkan semangat dan prestasi belajarnya, bahkan sampai event nasional. Mudah-mudahan bisa meningkat ke level internasional," tutur Nurkholis.
Di antara ribuan peserta, sosok Arka menjadi inspirasi tersendiri. Siswa kelas 4 SD yang baru berusia 10 tahun ini mengaku sudah mengikuti lebih dari 20 kompetisi serupa. Pada JSO kali ini, ia mengikuti kategori mata pelajaran Bahasa Inggris dan menyelesaikannya dengan sangat cepat.
"Tadi (pengerjaan) mungkin terasa seperti 5 menit," kata Arka dengan percaya diri.
Saat ditanya mengenai motivasinya mengikuti banyak lomba, Arka memberikan jawaban yang sederhana namun mendalam.
"Enggak apa-apa, aku senang-senang saja. (Harapannya) ingin membanggakan diri sendiri," ucap bocah yang pernah menjuarai kompetisi di tingkat kabupaten hingga nasional tersebut.
Ajang JSO 2026 diharapkan menjadi kawah candradimuka bagi generasi emas Indonesia untuk terus berinovasi dan berprestasi di kancah global demi terwujudnya visi misi Indonesia Emas 2045. (yan)
What's Your Reaction?



