Kebakaran Melanda Taman Nasional Baluran, Wisatawan Dilarang Masuk!
Petugas Taman Nasional Baluran, Kecamatan Banyuputih, telah memberlakukan penutupan pintu masuk ke kawasan wisata eksotis ini karena terjadi kebakaran besar
Situbondo, (afederasi.com) - Petugas Taman Nasional Baluran, Kecamatan Banyuputih, telah memberlakukan penutupan pintu masuk ke kawasan wisata eksotis ini karena terjadi kebakaran besar pada Selasa (26/9/2023).
Kebakaran ini telah memicu respons cepat lebih dari 30 petugas pemadam kebakaran Taman Nasional Baluran, yang telah berjuang keras untuk menjinakkan si jago merah yang mengamuk.
Kebakaran yang terjadi di Taman Nasional Baluran ini telah memakan lahan di lima titik berbeda, memaksa petugas pemadam kebakaran untuk bekerja keras dalam upaya pemadaman.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Taman Nasional Baluran, Probo Wresni Adji, mengungkapkan bahwa lokasi kebakaran berada cukup jauh dari pemukiman, tetapi akses jalan yang terjal, angin kencang, dan lahan yang kering telah membuat upaya pemadaman semakin sulit.
"Semua petugas masih berusaha melakukan pemadaman dengan alat manual. Untuk luas yang terbakar belum bisa kami pastikan," kata Adji.
Kondisi cuaca yang keras, dengan lahan yang sangat kering dan angin yang kencang, telah memungkinkan api untuk dengan cepat merambat dan semakin meluas. Sebagai tanggapan, lebih dari 30 petugas dari Taman Nasional Baluran, relawan Manggala api, dan warga sekitar telah dikerahkan untuk membantu dalam upaya pemadaman ini.
Namun, karena asap putih yang membumbung masih terlihat di beberapa titik di lereng sisi timur Baluran, petugas taman terpaksa melakukan penutupan sementara.
"Langkah ini diambil untuk melindungi keselamatan wisatawan, yang dilarang untuk masuk ke kawasan ini saat ini," jelasnya.
Sementara petugas berjuang keras untuk menjinakkan si jago merah, harapan akan pulihnya Taman Nasional Baluran menjadi tempat wisata yang indah dan alami masih menyala.
Semua mata sekarang tertuju pada upaya pemadaman dan pemulihan selanjutnya di salah satu surga alam terakhir di Indonesia ini.
"Kami akan terus memberikan pembaruan tentang situasi ini seiring berjalannya waktu," pungkasnya. (vya/dn)
What's Your Reaction?



