Protes Jalan Rusak Tak Kunjung Dibenahi, Warga Ngunut Tulungagung "Sulap" Aspal Jadi Kebun Pisang

Aksi ini merupakan bentuk protes keras masyarakat terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung. Warga merasa geram karena kerusakan jalan sepanjang 200 meter tersebut sudah berlangsung lama namun tak kunjung mendapatkan perbaikan permanen.

15 Feb 2026 - 13:55
Protes Jalan Rusak Tak Kunjung Dibenahi, Warga Ngunut Tulungagung "Sulap" Aspal Jadi Kebun Pisang
Nampak sejumlah warga berkendara dengan hati - hati ketika melintasi jalan yang telah rusak dan tak kunjung diperbaiki (ist)

Tulungagung, (afederasi.com) – Pemandangan tak biasa terlihat di ruas jalan kabupaten yang melintasi Lingkungan 8, Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut, Tulungagung pada Minggu (15/02/2026). Jalan yang seharusnya menjadi jalur mobilisasi kendaraan justru berubah layaknya kebun dadakan setelah warga setempat menanam puluhan pohon pisang di sepanjang aspal yang berlubang.

Aksi ini merupakan bentuk protes keras masyarakat terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung. Warga merasa geram karena kerusakan jalan sepanjang 200 meter tersebut sudah berlangsung lama namun tak kunjung mendapatkan perbaikan permanen. Pohon pisang dengan berbagai ukuran, dari tunas hingga pohon besar, kini berdiri tegak di tengah jalan, memaksa pengendara untuk ekstra hati-hati saat melintas.

Tak hanya menanam pohon, warga juga membubuhkan berbagai tulisan bernada sindiran di sekitar lokasi. Beberapa papan kayu bertuliskan kalimat menggelitik seperti "Korban Janji" dan "Maaf perjalanan Anda terganggu, sedang ada perbaikan jalan umpamane (umpamanya)" terpajang sebagai luapan kekecewaan mereka.

Maryaumi, salah seorang warga Desa Ngunut, menegaskan bahwa tindakan ini adalah puncak dari rasa frustrasi masyarakat. Ia menyebut bahwa kondisi jalan yang hancur sudah menjadi pemandangan sehari-hari tanpa ada solusi nyata dari pihak terkait.

"Kondisi jalan rusak ini sudah sangat lama dan tidak kunjung diperbaiki oleh pemerintah. Kami terpaksa melakukan ini agar aspirasi kami didengar," ujar Maryaumi saat ditemui di lokasi aksi.

Ironisnya, ini bukan kali pertama warga Ngunut melakukan aksi serupa. Sebelumnya, masyarakat sempat menanam pohon pisang di lokasi yang sama hingga akhirnya memancing respons pemerintah. Namun, langkah yang diambil saat itu dinilai hanya bersifat formalitas belaka.

"Dulu sudah pernah diperbaiki dengan cara ditambal sulam. Tapi ternyata tidak bertahan lama, dan sekarang kondisinya sudah rusak parah kembali," terang Maryaumi. 

Padahal, jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan antar-kecamatan di wilayah Tulungagung. Kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut ini dianggap sangat berisiko memicu kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor pada malam hari atau saat hujan turun.

"Harapan kami pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan jalan secara menyeluruh. Jangan hanya tambal sulam, agar masyarakat tidak khawatir lagi saat berkendara," tegasnya.(dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow