Polres Gresik Larang Konvoi, saat Pengesahan Warga Baru PSHT Suran Agung 2026

Kami terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar kegiatan pengesahan warga baru PSHT berjalan aman dan lancar. Kami berharap seluruh ketua perguruan dapat menekankan kepada anggotanya agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Kita semua memiliki tanggung jawab menjaga Gresik tetap aman dan kondusif,” tegas AKBP Ramadhan Nasution.

11 Jun 2026 - 22:20
Polres Gresik Larang Konvoi, saat Pengesahan Warga Baru PSHT Suran Agung 2026
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasition memimpin Rakor lintas sektor pengamanan kegiatan Suran Agung 2026 di Aula Rupatama SAR Mapolres Gresik (Ist/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Menjelang datangnya bulan Muharram atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro, Polres Gresik bergerak cepat memperkuat sinergi lintas sektor guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Langkah tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pengamanan Pengesahan Warga Baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun Cabang Gresik Tahun 2026 yang digelar di Aula Rupatama Sarja Arya Racana Mapolres Gresik, Kamis (11/06/2026).

Rakor dipimpin langsung Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution bersama Dandim 0817/Gresik yang juga Ketua IPSI Kabupaten Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha serta Kepala Bakesbangpol Gresik Nanang Setiawan. 

Hadir pula Ketua PSHT Cabang Gresik Pusat Madiun Sukamto, perwakilan sejumlah perguruan silat, jajaran pejabat utama Polres Gresik, hingga para kapolsek di wilayah hukum Polres Gresik.

Kapolres Gresik, dalam arahannya menegaskan bahwa tradisi bulan Suro dan Suran Agung merupakan bagian dari budaya yang harus dihormati dan dijaga. Namun di sisi lain, seluruh rangkaian kegiatan juga harus berlangsung tertib tanpa menimbulkan gangguan keamanan maupun keresahan di tengah masyarakat.

“Kami terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar kegiatan pengesahan warga baru PSHT berjalan aman dan lancar. Kami berharap seluruh ketua perguruan dapat menekankan kepada anggotanya agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Kita semua memiliki tanggung jawab menjaga Gresik tetap aman dan kondusif,” tegas AKBP Ramadhan Nasution.

Komitmen serupa disampaikan Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha. Ia menegaskan kesiapan TNI untuk mendukung pengamanan sekaligus mengedepankan pendekatan persuasif kepada seluruh elemen perguruan silat.

Bahkan, sebelum pelaksanaan kegiatan, pihaknya berencana mengumpulkan para tokoh perguruan silat di Makodim 0817/Gresik guna memberikan imbauan bersama demi terciptanya suasana yang aman dan damai.

Sementara itu, Ketua PSHT Cabang Gresik Pusat Madiun Sukamto menjelaskan bahwa prosesi pengesahan warga baru akan berlangsung pada Selasa (16/6/2026) mulai pukul 15.00 WIB hingga Rabu dini hari pukul 04.00 WIB di Padepokan PSHT Cabang Gresik, Desa Kambingan, Kecamatan Cerme.

Sebanyak 462 calon warga baru dijadwalkan mengikuti prosesi sakral tersebut dengan mengusung tema “Meneguhkan Jati Diri Setia Hati Terate untuk Memperkuat Soliditas dan Memperkokoh Jiwa Nasionalisme”.

Menurut Sukamto, tradisi pengesahan merupakan bagian dari perjalanan panjang Persaudaraan Setia Hati Terate sejak berdiri pada 1922. Prosesi tersebut menjadi momen pengukuhan para siswa menjadi warga sah PSHT yang sarat nilai persaudaraan, kedisiplinan, dan pengabdian kepada bangsa.

“Tradisi ini merupakan bagian dari perjalanan panjang persaudaraan SH Terate sejak tahun 1922 sebagai bentuk pengukuhan siswa menjadi warga sah. Kami berkomitmen penuh melakukan langkah-langkah pencegahan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kabag Ops Polres Gresik Kompol Yusis Budi memaparkan skema pengamanan, pola pengawalan, serta pemetaan sejumlah titik rawan yang menjadi fokus perhatian aparat selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Sejumlah kapolsek juga memberikan atensi khusus terhadap potensi kerawanan di lapangan. Kapolsek Balongpanggang AKP Wiwit mengimbau para peserta agar tidak menggunakan kendaraan roda dua untuk mencegah konvoi di jalan raya. 

Sementara Kapolsek Cerme AKP Taufan Arif mengingatkan adanya sejumlah titik rawan di wilayah Benjeng dan Cerme yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya massa.

Kepala Bakesbangpol Gresik Nanang Setiawan turut mengajak seluruh organisasi kepemudaan dan perguruan silat untuk aktif menyosialisasikan larangan konvoi kepada anggotanya. 

"Langkah ini, demi menjaga kenyamanan masyarakat sekaligus menciptakan suasana kondusif selama momentum bulan Suro berlangsung," ungkap Nanang.

Melalui rakor ini, seluruh pihak menunjukkan komitmen bersama bahwa tradisi budaya dan kegiatan organisasi dapat berjalan harmonis tanpa mengganggu keamanan masyarakat.

Dengan sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan perguruan silat, Kabupaten Gresik diharapkan tetap aman, tertib, dan kondusif selama rangkaian kegiatan bulan Suro 2026 berlangsung. (frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow