Nasi Boran Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Pemkab Lamongan Pesta Rakyat Bagikan 1.447 Porsi Gratis

"Kegiatan tasyakuran ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya memperkenalkan lebih luas nasi boran sebagai kuliner khas Lamongan. Pengakuan sebagai WBTB menjadi langkah penting dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah agar tetap dikenal oleh generasi mendatang," ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut.

15 Mar 2026 - 12:43
Nasi Boran Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Pemkab Lamongan Pesta Rakyat Bagikan 1.447 Porsi Gratis
Bupati Lamongan Membuka Langsung Pesta Rakyat Boran Agung, ribuan warga berbuka nasi boran gratis. (Iyan Farikh/afederasi.com)
Nasi Boran Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Pemkab Lamongan Pesta Rakyat Bagikan 1.447 Porsi Gratis

Lamongan, (afederasi.com) – Nasi Boran, kuliner legendaris khas Lamongan, kini resmi menyandang status sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Merayakan pencapaian tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan menggelar tasyakuran bertajuk "Boran Agung" di halaman Masjid Agung Lamongan, Minggu (15/3/2026). Tak tanggung-tanggung, sebanyak 1.447 porsi nasi boran ludes dibagikan secara gratis kepada masyarakat sebagai menu berbuka puasa.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme luar biasa dari warga. Meski acara baru dimulai menjelang waktu berbuka, masyarakat sudah memadati area Masjid Agung sejak pukul 15.00 WIB. Mereka rela mengantre dengan tertib demi mencicipi seporsi nasi boran yang kini telah diakui negara tersebut.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara makan bersama, melainkan simbol rasa syukur sekaligus upaya memperkuat identitas lokal.

"Kegiatan tasyakuran ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya memperkenalkan lebih luas nasi boran sebagai kuliner khas Lamongan. Pengakuan sebagai WBTB menjadi langkah penting dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah agar tetap dikenal oleh generasi mendatang," ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut.

Menegaskan Identitas Kuliner Asli

Pak Yes menegaskan bahwa legitimasi dari kementerian ini harus dibarengi dengan semangat kolektif warga untuk terus mempromosikannya. Ia tidak ingin kuliner yang kaya akan rempah dan sejarah ini tergerus zaman.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menegaskan kepada masyarakat bahwa nasi boran adalah kuliner asli Lamongan yang harus kita jaga bersama. Karena itu perlu terus disosialisasikan dan dipromosikan,” tambahnya.

Nasi Boran bukanlah kuliner pertama asal Lamongan yang meraih predikat WBTB. Sebelumnya, Soto Lamongan dan Wingko Babat telah lebih dulu masuk dalam daftar bergengsi tersebut. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendaftarkan potensi budaya dan kuliner lainnya ke tingkat nasional.

"Sebelumnya Soto Lamongan juga sudah mendapatkan, Wingko Babat ya, dan juga nanti akan terus kita usulkan kepada kementerian supaya potensi lain juga diakui sebagai warisan budaya," kata Pak Yes di sela-sela acara.

Suasana religius semakin kental dengan kehadiran pendakwah muda kondang, Muhammad Iqdam atau Gus Iqdam. Ulama yang dikenal dengan gaya dakwah milenialnya ini memimpin doa bersama dan memberikan siraman rohani sebelum waktu berbuka tiba.

Doa bersama ini digelar sebagai bentuk munajat agar Lamongan senantiasa diberikan kelancaran pembangunan dan keberkahan bagi seluruh masyarakatnya. Acara yang berlangsung tertib ini diakhiri dengan momen berbuka puasa bersama yang penuh dengan nuansa kekeluargaan. (yan/mif)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow