Menu MBG di Bungah Gresik Jadi Sorotan, Orang Tua Siswa Pertanyakan Kesesuaian Anggaran

"“Isinya hanya tiga, pisang, telur, dan roti. Kalau dihitung dari harga umum, roti brownies sekitar Rp2 ribu, telur kecil Rp2 ribu, dan pisang sekitar Rp1 ribu. Jadi totalnya kurang lebih Rp5 ribu,” ujarnya.

11 Mar 2026 - 17:22
Menu MBG di Bungah Gresik Jadi Sorotan, Orang Tua Siswa Pertanyakan Kesesuaian Anggaran
Menu MBG di kecamatan Bungah dikeluhkan orang tua siswa di Bungah Gresik yang dinilai terlalu sederhana dan tidak sebanding pagu anggaran. (Istimewa/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Sejumlah orang tua siswa di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik mengeluhkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka menilai komposisi makanan yang diterima siswa terlalu sederhana dan diduga tidak sebanding dengan pagu anggaran yang dialokasikan untuk program pemenuhan gizi tersebut.

Keluhan tersebut berkaitan dengan paket makanan yang disuplai dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Desa Abar-Abir, Kecamatan Bungah, tepatnya di depan kantor Koramil Bungah.

Beberapa wali murid bahkan mencoba memperkirakan nilai paket makanan yang dibagikan kepada anak-anak mereka dengan mengacu pada harga pasaran. Dari perhitungan sederhana tersebut, nilai makanan per porsi diperkirakan hanya berkisar antara Rp5 ribu hingga Rp6 ribu.

Salah satu orang tua siswa sekolah dasar di Desa Bedanten, Kecamatan Bungah mengatakan, paket makanan yang diterima anaknya hanya berisi tiga jenis makanan, yakni pisang, telur, dan roti.

“Isinya hanya tiga, pisang, telur, dan roti. Kalau dihitung dari harga umum, roti brownies sekitar Rp2 ribu, telur kecil Rp2 ribu, dan pisang sekitar Rp1 ribu. Jadi totalnya kurang lebih Rp5 ribu,” ujarnya.

Menurutnya, perkiraan tersebut merupakan hitungan sederhana para wali murid. Mereka sebenarnya sudah menyampaikan keluhan terkait menu MBG tersebut sejak sekitar dua pekan terakhir, bertepatan dengan awal bulan Ramadan.

“Menu yang diberikan kepada siswa sering seperti ini, mestinya ada variasi atau perubahan,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Bungah yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG Kecamatan Bungah, Izzul Muttaqin, saat dikonfirmasi menyatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait keluhan tersebut, baik dari orang tua siswa maupun dari pihak pengelola dapur SPPG.

“Belum ada laporan yang masuk ke Satgas,” ujarnya singkat.

Keluhan mengenai menu MBG dari dapur SPPG di Desa Abar-Abir ini menambah daftar sorotan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, yang merupakan salah satu program strategis pemerintah pusat.

Dalam beberapa waktu terakhir, kualitas dan komposisi menu MBG di berbagai daerah memang menjadi perhatian publik. Tidak sedikit wali murid maupun pihak sekolah yang menyampaikan kritik terkait kesesuaian menu dengan tujuan program pemenuhan gizi bagi siswa.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow