Lantik 509 PNS, Bupati Lamongan Tekankan Budaya Kerja Efisien dan Aturan WFH
Transformasi PNS harus diwujudkan melalui budaya kerja yang lebih efisien dan hemat energi. Ini bukan hanya soal kinerja, tetapi juga bagaimana kita berkontribusi terhadap tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” ujar Pak Yes.
Lamongan, (afederasi.com) – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memimpin langsung pengambilan sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) di halaman Pemda Lamongan, Kamis (2/4/2026). Momentum ini sekaligus menjadi titik awal penerapan transformasi budaya kerja PNS menuju pola yang lebih efisien dan hemat energi.
Sebanyak 509 PNS yang diambil sumpahnya terdiri dari lulusan rekrutmen umum serta sekolah kedinasan, seperti Politeknik Keuangan Negara STAN, instansi perhubungan, hingga alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Seluruhnya telah menyelesaikan masa percobaan sebagai Calon PNS (CPNS).
Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut menegaskan bahwa pengangkatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan awal dari tanggung jawab besar sebagai abdi negara. Ia juga menekankan pentingnya perubahan budaya kerja seiring dengan implementasi kebijakan terbaru dari Kementerian Dalam Negeri.
“Transformasi PNS harus diwujudkan melalui budaya kerja yang lebih efisien dan hemat energi. Ini bukan hanya soal kinerja, tetapi juga bagaimana kita berkontribusi terhadap tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” ujar Pak Yes.
Dari total PNS yang dilantik, mayoritas merupakan tenaga guru serta tenaga kesehatan seperti perawat dan tenaga medis. Sementara itu, sekitar 10 persen lainnya berasal dari tenaga teknis yang akan memperkuat berbagai sektor pelayanan publik di Lamongan.
Sejalan dengan kebijakan transformasi tersebut, Pemkab Lamongan juga mulai menerapkan sistem kerja fleksibel berupa Work From Home (WFH) setiap hari Jumat, sesuai dengan surat edaran Menteri Dalam Negeri. Namun, Bupati menegaskan bahwa WFH bukan berarti hari libur.
“WFH tetap bekerja dari rumah, bukan bekerja dari kafe atau tempat lain. Akan ada pengawasan ketat, termasuk melalui absensi digital yang menunjukkan lokasi pegawai,” tuturnya.
Ia menambahkan, kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mengurangi konsumsi energi di lingkungan perkantoran, tanpa mengurangi produktivitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dengan pengambilan sumpah ini, para PNS diharapkan segera beradaptasi dengan tuntutan kerja yang lebih dinamis, profesional, serta berorientasi pada pelayanan publik yang optimal. (yan)
What's Your Reaction?



