Jelang Lebaran Ketupat, Penjual Janur Dadakan di Lamongan Mulai Menjamur

"Penjualan lumayanlah ya. Cuaca memang sangat mempengaruhi, tapi ya alhamdulillah masih ada rezeki sedikit-sedikit. Insyaallah habis, setiap ada penjual pasti ada pembeli. Kita optimis ramai," katanya.

26 Mar 2026 - 09:35
Jelang Lebaran Ketupat, Penjual Janur Dadakan di Lamongan Mulai Menjamur
Pedagang Janur Dadakan Mulai Menjamur di Area Pasar Tradisional Sidoharjo Lamongan. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Tradisi Lebaran Ketupat yang jatuh sepekan setelah Idul Fitri membawa berkah tersendiri bagi para pedagang musiman di Pasar Tradisional Sidoharjo, Kota Lamongan. Pantauan di lokasi pada Kamis (26/3/2026), para pedagang janur mulai memadati area pasar untuk melayani warga yang berburu bahan pembungkus ketupat dan lepet.

Meski permintaan mulai meningkat, sejumlah pedagang mengaku kondisi pasar tahun ini cukup menantang. Faktor ekonomi dan cuaca menjadi variabel utama yang memengaruhi omzet penjualan mereka dibandingkan tahun sebelumnya.

Cihong, salah satu pedagang janur dadakan di kawasan Pasar Sidoharjo, mengungkapkan bahwa harga jual saat ini cenderung mengalami penurunan. Menurutnya, kondisi ekonomi yang sedang sulit membuat daya beli masyarakat tidak sekuat tahun lalu.

"Ya, seperti biasa hari-hari sekarang agak berkurang harganya, nggak kayak tahun kemarin. Karena kondisi sekarang agak sulit, cari uang susah kayak gini," ujarnya.

 

Ia menjual janur kualitas super seharga Rp20.000 per ikat, sementara kualitas biasa dibanderol Rp15.000 dengan isi sekitar 40 lembar. Cihong memprediksi puncak keramaian akan terjadi pada H-1 Lebaran Ketupat dengan target penjualan mencapai 100 hingga 130 ikat (bongkok).

Berbeda dengan Cihong, Kumbara, pedagang lainnya, justru merasa cukup optimis. Baginya, meski cuaca yang tidak menentu kerap menghambat proses distribusi dan kenyamanan pembeli, ia yakin stok janurnya akan habis terjual sebelum hari H.

Kumbara yang kesehariannya bekerja sebagai petani ini mengaku hanya berjualan secara musiman setiap menjelang hari raya ketupat.

"Penjualan lumayanlah ya. Cuaca memang sangat mempengaruhi, tapi ya alhamdulillah masih ada rezeki sedikit-sedikit. Insyaallah habis, setiap ada penjual pasti ada pembeli. Kita optimis ramai," katanya.

Untuk harga grosir atau bongkok besar, Kumbara mematok harga Rp130.000, sedangkan untuk eceran berkisar antara Rp15.000 hingga Rp20.000.

Sementara itu, para pembeli mulai memadati pasar sejak pagi hari untuk mendapatkan janur dengan kualitas terbaik. Nurhidayah, salah satu warga yang berbelanja, mengaku sengaja datang lebih awal agar tidak kehabisan stok janur untuk membuat hidangan khas Lebaran Ketupat.

"Ini beli janur seharga Rp20.000. Rencananya mau buat ketupat sama buat lepet yang panjang itu untuk perayaan hari raya ketupat nanti," tuturnya.

Tradisi Lebaran Ketupat sendiri memang identik dengan hidangan ketupat dan lepet yang disajikan bersama opor atau sayur lodeh. Hal inilah yang membuat komoditas janur selalu menjadi incaran utama warga Lamongan dan sekitarnya setiap tahunnya. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow