INTI Jatim Bagi 1.000 Takjil di Jombang, Wujud Kerukunan Lintas Iman

08 Mar 2026 - 10:36
INTI Jatim Bagi 1.000 Takjil di Jombang, Wujud Kerukunan Lintas Iman
Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Jawa Timur. Organasi kemasyarakatan ini membagikan sekitar 1.000 paket takjil kepada masyarakat di Pos Kota, Alun-alun Kabupaten Jombang, Sabtu (7/3/2026). (Foto: Istimewa)

Jombang, (afederasi.com) – Semangat kebersamaan di bulan Ramadan terlihat nyata dalam aksi sosial yang digelar Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Jawa Timur. Organasi kemasyarakatan ini membagikan sekitar 1.000 paket takjil kepada masyarakat di Pos Kota, Alun-alun Kabupaten Jombang, Sabtu (7/3/2026).

Pembagian takjil yang berlangsung sore hari itu mendapat sambutan antusias dari warga. Ratusan masyarakat terlihat mengantre dengan tertib untuk mendapatkan paket berbuka puasa yang berisi nasi, ayam, tahu tempe sambal dan lalapan, kerupuk, serta minuman teh botol dan es degan.

Ketua panitia kegiatan, Phoa Anditya, mengungkapkan bahwa aksi berbagi ini menjadi salah satu cara untuk memperkuat semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

"Melalui pembagian paket berbuka puasa ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekaligus mempererat tali persaudaraan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus merawat kerukunan," terangnya.

Anditya mengaku terkejut dengan antusiasme warga Jombang. Ia tak menyangka ribuan paket makanan yang disediakan ludes dalam waktu singkat.

"Tidak sampai sore ini tadi sudah habis. Ini menunjukkan bahwa kebersamaan dan kerukunan masyarakat Jombang sangat terjaga, kami bersyukur atas hal itu," ungkapnya dengan wajah sumringah.

Pembagian takjil ini merupakan bagian dari rangkaian agenda kebangsaan yang digelar INTI Jawa Timur di Jombang. Selain berbagi dengan masyarakat, organisasi yang didirikan dengan semangat kebersamaan lintas suku, agama, dan budaya ini juga menggelar kunjungan budaya serta ziarah ke makam Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Ziarah dilakukan di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Menurut Phoa, sosok Gus Dur memiliki peran besar dalam memperjuangkan nilai toleransi dan kebebasan berbudaya bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia.

"Kerukunan harus terus dirawat dengan tindakan nyata. Melalui kegiatan sosial seperti ini, kami berharap masyarakat semakin merasakan bahwa kebersamaan dan toleransi adalah kekuatan bangsa," ungkapnya.

Ketua Pengurus Daerah INTI Jawa Timur, Stefanus Budy, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti sekitar 45 peserta dari Surabaya, 20 orang dari Jombang, serta enam orang dari Malang.

"Rangkaian kegiatannya meliputi ziarah ke makam Gus Dur, anjangsana ke pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng, serta wisata budaya ke Klenteng Hong San Kiong di Gudo dan workshop Museum Wayang Potehi," ucap Stefanus Budy saat dikonfirmasi awak media.

Stefanus menilai sosok Gus Dur memiliki peran penting dalam membuka ruang kebebasan bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia. Menurutnya, kebijakan dan pemikiran Gus Dur mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih inklusif dan menghargai keberagaman.

"Bagi kami, Gus Dur adalah tokoh kemanusiaan dan tokoh pluralisme. Beliau berani membuka sekat-sekat di antara anak bangsa sehingga masyarakat Tionghoa bisa lebih bebas mengekspresikan budaya, termasuk merayakan Imlek dan menggunakan identitas budaya secara terbuka," katanya.

Ia menambahkan, nilai yang paling diingat dari ajaran Gus Dur adalah pentingnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama tanpa memandang latar belakang agama maupun etnis.

INTI Jawa Timur berharap kegiatan berbagi kepada masyarakat dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya pada momen tertentu, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial lainnya sebagai wujud nyata merawat kerukunan dan kebersamaan bangsa. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow