GMNI Jombang Tegaskan Pendidikan Gratis Harus Prioritas
Jombang, (afederasi.com) – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026, DPC GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Kabupaten Jombang menyampaikan sikap kritisnya terhadap arah kebijakan pemerintah di sektor pendidikan dan kesejahteraan sosial. Ketua DPC GMNI Jombang, Daffa Raihananta, dengan tegas menyatakan bahwa pendidikan gratis harus menjadi prioritas utama negara, bukan sekadar program-program populis jangka pendek.
Pernyataan ini disampaikan Daffa menyusul maraknya wacana dan implementasi program makan bergizi gratis yang dinilai banyak pihak cukup menyita perhatian dan anggaran pemerintah.
Pendidikan Gratis vs Makan Bergizi Gratis: Mana Prioritas?
Daffa Raihananta mengakui bahwa program makan bergizi gratis memiliki tujuan mulia, yakni meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat. Namun, menurutnya, tujuan baik tersebut tidak boleh mengesampingkan urgensi yang jauh lebih mendasar: pendidikan.
"Program makan bergizi gratis memang memiliki tujuan yang baik dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Namun, pendidikan gratis harus menjadi prioritas utama negara dibandingkan program tersebut," tegas Daffa kepada media afederasi, Sabtu (02/05/2026).
Ia menjelaskan bahwa tanpa akses pendidikan yang gratis dan merata, Indonesia hanya akan melahirkan generasi yang sehat secara fisik tetapi lemah secara intelektual dan daya kritis.
"Pendidikan adalah pondasi utama kemajuan bangsa. Tanpa akses pendidikan yang gratis dan merata, kita hanya akan menciptakan generasi yang sehat secara fisik, tetapi lemah secara intelektual dan daya kritis," ujarnya.
Lebih lanjut, Daffa menyoroti fakta pahit yang masih terjadi di lapangan. Hingga saat ini, biaya pendidikan masih menjadi hambatan besar bagi masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. Banyak anak bangsa yang terancam putus sekolah, bukan karena kurangnya kemampuan akademik, melainkan karena keterbatasan ekonomi keluarga.
"Negara tidak boleh abai. Pendidikan gratis adalah hak dasar yang harus dijamin. Ini bukan sekadar program, tetapi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi unggul, mandiri, dan berdaya saing," lanjut mahasiswa yang akrab disapa Daffa tersebut.
DPC GMNI Jombang menilai bahwa kebijakan populis seperti makan bergizi gratis tidak boleh dibiarkan menggeser urgensi pendidikan sebagai sektor strategis pembangunan nasional.
Menurut Daffa, ukuran kemajuan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memenuhi kebutuhan perut rakyatnya. Lebih dari itu, bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu mencerdaskan kehidupan bangsanya, sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945.
"Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan perut rakyatnya, tetapi juga mampu mencerdaskan kehidupan bangsanya," pungkasnya.
Melalui momentum Hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Mei, DPC GMNI Jombang secara resmi mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk lebih serius dalam merealisasikan pendidikan gratis yang inklusif dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Kami mendesak pemerintah untuk lebih serius dalam merealisasikan pendidikan gratis yang inklusif dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia," tutup Daffa mewakili sikap DPC GMNI Jombang.
Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah euforia program-program bantuan sosial, komitmen terhadap pendidikan gratis yang merata jangan sampai luntur. Sebab, masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya, bukan sekadar kenyang sesaat. (san)
What's Your Reaction?

