Gegana Sterilkan Lokasi, Tim Labfor Polda Jatim Mulai Olah TKP Ledakan Maut di Situbondo
Setelah area dinyatakan aman dari material berbahaya, tim gabungan dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim dan Identifikasi Polres Situbondo resmi memulai olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara menyeluruh.
Situbondo, (afederasi.com) – Tabir penyebab ledakan hebat yang meratakan sebuah rumah di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, mulai disingkap. Setelah area dinyatakan aman dari material berbahaya, tim gabungan dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim dan Identifikasi Polres Situbondo resmi memulai olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara menyeluruh pada Kamis (19/2/2026).
Langkah krusial ini diambil setelah Tim Gegana Polda Jatim melakukan sterilisasi di titik nol ledakan sejak pagi hari. Sterilisasi bertujuan memastikan tidak ada sisa bahan peledak aktif yang dapat mengancam keselamatan petugas maupun warga sekitar saat proses penyelidikan berlangsung.
Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya kini tengah fokus mengumpulkan bukti-bukti fisik di lokasi reruntuhan rumah milik Kulsum (60). Penyelidikan ini dilakukan guna memastikan komposisi bahan peledak serta pemicu pasti yang menyebabkan bangunan tersebut rata dengan tanah.
"Ya, saat ini kami baru mulai melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi ledakan setelah dilakukan sterilisasi oleh Tim Gegana Polda Jatim. Kami ingin memastikan setiap jengkal lokasi diperiksa secara teliti untuk kepentingan penyidikan," ujar AKP Agung Hartawan di sela-sela memantau jalannya pemeriksaan TKP.
Berdasarkan data sementara, tragedi yang terjadi pada Rabu siang tersebut diduga kuat dipicu oleh simpanan serbuk petasan dalam jumlah besar di dalam rumah. Ledakan tersebut menelan delapan orang korban, dengan rincian satu orang dinyatakan meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka-luka serius. Korban tewas diketahui bernama Supriyadi (50) yang tak sempat menyelamatkan diri saat bangunan ambruk menimpanya.
Kondisi para korban luka kini tengah menjadi atensi medis. Enam orang, termasuk pemilik rumah, saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Asembagus. Sementara itu, satu korban remaja bernama Abdurrahman (15) harus dirujuk ke RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo akibat menderita luka bakar kritis yang mencapai 90 persen di sekujur tubuhnya.
Pihak kepolisian menegaskan akan mendalami asal-usul bahan peledak tersebut dan mencari tahu apakah ada unsur kelalaian atau kesengajaan dalam penyimpanan serbuk berbahaya di kawasan padat penduduk. AKP Agung pun memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar insiden memilukan ini menjadi pelajaran bersama.
"Warga diimbau dengan sangat untuk tidak lagi menyimpan atau meracik bahan peledak berbahaya di lingkungan permukiman. Risiko yang ditimbulkan sangat besar dan mengancam nyawa banyak orang. Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali," pungkasnya. (vya/dn)
What's Your Reaction?

