Gaji Belum Capai UMK, Ketua DPRD Pacitan Ajak Anak Muda Lebih Kreatif Cari Penghasilan
"Kalau bekerja sebagai buruh atau pekerja dan hasilnya belum mencapai UMK, bahkan sudah mencapai UMK pun, tetap harus mencari pekerjaan-pekerjaan sampingan, terutama di wilayah digital, pertanian, perkebunan maupun peternakan," ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Pacitan, (afederasi.com) - Ketua DPRD Kabupaten Pacitan Arif Setia Budi mengajak para pekerja muda yang masih menerima gaji di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) agar tidak hanya bergantung pada satu pekerjaan.
Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, generasi muda dinilai perlu lebih kreatif mencari sumber penghasilan tambahan agar kondisi keuangannya dapat terus meningkat.
Menurut Arif, peluang tersebut sebenarnya cukup terbuka, mulai dari memanfaatkan perkembangan teknologi digital hingga sektor pertanian, perkebunan, maupun peternakan yang masih menjadi potensi besar di Kabupaten Pacitan.
"Kalau bekerja sebagai buruh atau pekerja dan hasilnya belum mencapai UMK, bahkan sudah mencapai UMK pun, tetap harus mencari pekerjaan-pekerjaan sampingan, terutama di wilayah digital, pertanian, perkebunan maupun peternakan," ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Ia menjelaskan, besaran UMK Pacitan tahun 2026 yang mencapai Rp2.514.000 tidak serta merta dapat diterapkan oleh seluruh pelaku usaha.
Menurutnya, perusahaan besar umumnya sudah mampu memenuhi ketentuan tersebut, sedangkan usaha kecil dan menengah masih menghadapi keterbatasan kemampuan usaha.
Arif mengatakan penetapan UMK juga mempertimbangkan keberlangsungan investasi dan kemampuan dunia usaha.
Karena itu, pemerintah tidak bisa memaksakan seluruh pelaku usaha membayar sesuai UMK apabila kondisi bisnisnya belum memungkinkan.
"Kalau usaha kecil seperti kedai minuman atau toko dipaksa membayar UMK, sementara kemampuan usahanya belum ada, tentu akan berat. Kita juga harus melihat kemampuan usaha dan titik impas atau break even point (BEP)-nya," katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar kondisi tersebut tidak dijadikan alasan untuk memberikan upah secara sewenang-wenang.
Menurutnya, pelaku usaha harus terbuka kepada calon pekerja mengenai besaran gaji yang akan diterima sebelum mereka mulai bekerja.
"Yang penting ada keterbukaan. Jangan sampai kebijakan itu dimanfaatkan untuk menindas para pekerja. Pengusaha dan pekerja harus sama-sama memahami kondisi yang ada," tegasnya.
Selain mencari tambahan penghasilan, Arif juga mendorong anak muda menjadikan pekerjaan pertamanya sebagai tempat belajar.
Menurutnya, pengalaman bekerja di kedai kopi, gerai minuman, toko maupun usaha lainnya dapat menjadi bekal untuk memahami pelayanan pelanggan, membangun komunikasi, hingga mempelajari cara mengelola usaha.
Ia menilai kemampuan komunikasi menjadi salah satu modal penting untuk membuka peluang usaha maupun pekerjaan yang lebih baik di masa depan.
"Jangan hanya menjadi pekerja yang monoton. Anggap pekerjaan itu sebagai tempat belajar. Ketemu banyak orang, belajar komunikasi, belajar melayani pelanggan. Dari situ peluang-peluang baru akan muncul," tambahnya.
Arif mengakui membangun usaha sampingan bukan perkara yang mudah.
Namun ia meyakini perubahan pola pikir untuk terus belajar dan memanfaatkan peluang menjadi langkah awal agar generasi muda bisa lebih berkembang 08.
"Memang terdengar mudah, tetapi praktiknya tidak mudah. Yang penting mindset-nya harus berubah, jangan berhenti belajar dan jangan hanya mengandalkan satu pekerjaan kalau ingin penghasilan terus meningkat," pungkasnya.(fer)
What's Your Reaction?

