Duta GenRe Jombang Jadi Garda Terdepan, Tekan Kenakalan Remaja Lewat Pendekatan Sebaya

23 Jul 2026 - 14:54
Duta GenRe Jombang Jadi Garda Terdepan, Tekan Kenakalan Remaja Lewat Pendekatan Sebaya
Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB PPPA) Kabupaten Jombang saat mengadakan Ajang Pemilihan Duta GenRe Kabupaten Jombang 2026 , Kamis (23/07/2026).(Foto: Istimewa)

Jombang, (afederasi.com) – Maraknya isu kenakalan remaja di lingkungan sekolah dan masyarakat mendorong Pemerintah Kabupaten Jombang memperkuat peran Duta Generasi Berencana (GenRe). 

Lewat ajang ini, para remaja terpilih disiapkan menjadi panutan (role model) sekaligus tempat curhat aman bagi teman sebaya. Langkah ini dinilai efektif menekan angka kenakalan remaja secara signifikan di sekolah-sekolah yang aktif melibatkan siswanya dalam kegiatan GenRe .

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB PPPA) Kabupaten Jombang, Dr. dr. Ma'murotus Sa'diyah, menegaskan pentingnya melatih remaja membentengi diri dan lingkungannya.

 "Banyak persoalan remaja yang kita hadapi. Duta GenRe ini bisa menjadi panutan di sekolah atau lingkungan masing-masing. Mereka menjadi rujukan, seperti inilah sosok remaja yang positif dan berprestasi," ujar dr. Ma'murotus, kepada media Kamis (23/07/2026).

Ajang Pemilihan Duta GenRe Kabupaten Jombang 2026 diikuti antusiasme tinggi. Dari sekitar 125 peserta dari berbagai sekolah, termasuk wilayah pinggiran seperti Kecamatan Ngoro, seleksi menyaring 28 finalis di babak grand final yang digelar di Ruang Bung Tomo, Kantor Pemkab Jombang, dengan Mengusung tema "Generasi Berdaya, Remaja Berkarya, Bangsa Berjaya", ajang ini bertujuan membentuk remaja berkualitas dan berdaya saing.

Para peserta tidak sekadar tampil di atas panggung (catwalk), melainkan diuji pemahaman wawasan kritis, meliputi ketahanan & kesejahteraan keluarga, program Keluarga Berencana (KB), serta kreativitas & karya. 

Mereka juga diuji tentang bahaya Triad KRR (Seks Bebas, Pernikahan Dini, dan NAPZA), serta didorong memahami usia pernikahan ideal (minimal 21 tahun perempuan dan 25 tahun laki-laki).

Pemerintah Kabupaten Jombang memastikan tugas finalis tidak berhenti setelah piala diserahkan. DPPKB PPPA bersama BKKBN menyiapkan program pendampingan berkelanjutan. Para Duta GenRe terjun langsung sebagai mitra strategis pemerintah mengedukasi sesama remaja.

"Mereka akan diajak bersinergi membawakan program BKKBN di lapangan. Ada pendampingan terus-menerus, baik dari kami maupun pusat," jelas dokter yang akrab disapa Ning Eyik tersebut.

Mengakhiri keterangannya, beliau menekankan pembinaan remaja hari ini adalah investasi jangka panjang menyiapkan Generasi Emas. "Pesan moralnya, remaja adalah masa depan bangsa. Mewujudkan Generasi Emas itu tergantung dari apa yang kita bekalkan kepada remaja-remaja ini sekarang," pungkasnya.(san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow