Dua Jemaah Haji Asal Lamongan Wafat di Tanah Suci, Kemenhaj Pastikan Badal Haji dan Asuransi Hak Jemaah
"Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun. Kami atas nama Kantor Kementerian Haji Lamongan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum dan almarhumah husnul khotimah, diterima segala amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Abdul Ghofur saat dikonfirmasi afederasi.com pada Rabu (20/5/2026) sore.
Lamongan, (afederasi.com) – Kabar duka menyelimuti pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H / 2026 M. Dua orang jemaah haji asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dilaporkan wafat di Tanah Suci. Kedua jemaah yang masuk dalam kategori lanjut usia (lansia) tersebut meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Arab Saudi karena sakit.
Berdasarkan data yang dihimpun, jemaah pertama yang wafat di Madinah adalah Sibiatun Saji, warga Desa Pucuk, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan. Almarhumah yang tergabung dalam Kloter SUB 33 ini mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Madinah sekitar 17 hari yang lalu, sebelum rombongan didorong menuju Makkah.
Sementara itu, duka kembali datang dari Makkah. Jemaah haji bernama Mat Sahid, warga Desa Sidodowo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, dilaporkan wafat di Rumah Sakit Arab Saudi di Makkah. Almarhum merupakan jemaah yang tergabung dalam Kloter SUB 30 melalui KBIHU Al Munawaroh Babat.
Kepala Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Lamongan, Abdul Ghofur, membenarkan kabar duka tersebut. Ia menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya kedua jemaah haji terbaik asal Lamongan tersebut.
"Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun. Kami atas nama Kantor Kementerian Haji Lamongan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum dan almarhumah husnul khotimah, diterima segala amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Abdul Ghofur saat dikonfirmasi afederasi.com pada Rabu (20/5/2026) sore.
Abdul Ghofur menegaskan bahwa seluruh hak-hak jemaah haji yang wafat di Tanah Suci akan dipenuhi dan diurus sepenuhnya oleh petugas. Kemenhaj memastikan ibadah haji kedua almarhum akan dibadalkan oleh petugas haji yang berada di sana.
"Terkait pelaksanaan ibadahnya, hajinya akan dibadalkan oleh petugas haji. Selain itu, untuk jemaah yang wafat di Makkah (Mat Sahid), jenazah disholatkan di Masjidil Haram dan dimakamkan di Soraya, yang merupakan makam khusus bagi jemaah haji yang meninggal dunia di Makkah," jelas Ghofur.
Lebih lanjut, Ghofur juga memastikan terkait hak asuransi bagi jemaah yang wafat. Pihak Kemenhaj menjamin proses pencairan asuransi kematian akan berjalan lancar tanpa menyulitkan ahli waris.
"Hak asuransi meninggal dunia akan ditanggung oleh perusahaan asuransi. Prosesnya akan otomatis by system masuk langsung ke rekening jemaah yang bersangkutan," tambahnya.
Sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan prima, jajaran Kemenhaj Lamongan juga bergerak cepat memberikan penguatan moril kepada keluarga yang ditinggalkan di tanah air.
"Prinsipnya, sejak dulu kami berkomitmen jika ada jemaah haji yang meninggal, kami langsung melakukan kunjungan ke rumah duka. Hari Senin kemarin, kami dari Kemenhaj Lamongan juga sudah melaksanakan takziyah ke rumah duka untuk menyampaikan duka cita langsung serta bersilaturahmi dengan keluarga almarhum," pungkas Abdul Ghofur. (yan)
What's Your Reaction?

