Tiba di Lamongan, Soto Ayam Asih Jaya Jadi Obat Rindu Jemaah Haji
"Iya, ini mau langsung makan soto. Rasanya pasti enak sekali, sudah kangen (kuliner Lamongan)," imbuhnya sembari mengacungkan jempol.
Lamongan, (afederasi.com) – Isak tangis haru dan senyum bahagia mewarnai kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Lamongan setelah menunaikan ibadah di Tanah Suci selama 40 hari. Menariknya, selain rindu berkumpul kembali bersama keluarga tercinta, ada satu hal unik yang paling dinantikan oleh para jemaah setibanya di kampung halaman, yakni menyantap kuliner khas Soto Ayam Lamongan. Selasa, (9/6/2026).
Rasa kangen itu salah satunya dirasakan oleh Nurul Aini, salah seorang jemaah haji yang baru saja turun dari bus rombongan. Sambil menggenggam erat mata uang rupiah di tangannya, rona bahagia tidak bisa disembunyikan dari wajahnya.
"Alhamdulillah, rasanya senang sekali bisa kembali ke Lamongan. Sudah sangat rindu rumah," ungkap Nurul Aini dengan wajah berseri-seri. Selasa, (9/6/2026) sore.
Saat ditanya mengenai agenda pertamanya setibanya di Lamongan, Nurul mengaku tidak sabar untuk segera menyantap soto ayam lokal yang terkenal dengan kuah koya gurihnya itu.
"Iya, ini mau langsung makan soto. Rasanya pasti enak sekali, sudah kangen (kuliner Lamongan)," imbuhnya sembari mengacungkan jempol.
Senada dengan Nurul Aini, Ketua Panitia Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Masjid Agung Lamongan sekaligus Ketua Rombongan (Karom) 1, Sukairi, membenarkan bahwa soto ayam menjadi salah satu kuliner yang paling dirindukan oleh para jemaah selama berada di Arab Saudi.
Setibanya di Lamongan, rombongan jemaah haji langsung disambut dan dijamu di salah satu rumah makan lokal, Depot Asih.
"Alhamdulillah, perjalanan haji selama 40 hari bagi Jemaah KBIHU Masjid Agung Lamongan berjalan dengan lancar sesuai harapan. Kalau ditanya apa yang dirindukan selama di Tanah Suci, ya tentu saja cucu, anak-anak, dan yang utama itu soto ayam. Itu yang paling dirindukan," ujar Sukairi sembari tersenyum.
Sukairi menambahkan, cita rasa soto ayam khas buatan lokal memiliki tempat tersendiri di hati para jemaah yang sudah berminggu-minggu terbiasa dengan menu makanan di Tanah Suci.
"Rasanya mantap sekali (setelah makan soto lagi). Soalnya kita memang sudah biasa di sini. Alhamdulillah, barakallah," pungkasnya. (yan)
What's Your Reaction?



