TGX Women Summit, Novita Hardini Bakar Semangat Perempuan Trenggalek Hadapi Tantangan Hidup
Ketua TP PKK Trenggalek sekaligus Anggota DPR RI, Novita Hardini, menggelar TGX Women Summit untuk memberdayakan perempuan dan meluncurkan buku inspiratif 'Bising dan Hening
Trenggalek, (afederasi com) – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, mengajak kaum perempuan untuk terus menyalakan api perjuangan positif dalam menghadapi dinamika kehidupan yang kian kompleks. Pesan penuh semangat ini disampaikan dalam helatan TGX Women Summi yang digelar di Gedung Bioskop NSC Kabupaten Trenggalek, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kartini tersebut menjadi momentum bagi Novita untuk memperkuat peran perempuan di ranah domestik maupun publik. Anggota Komisi VII DPR RI ini menegaskan bahwa kebangkitan perempuan adalah kunci ketahanan keluarga di tengah beratnya tantangan ekonomi dan sosial saat ini.
"Kebangkitan perempuan dalam setiap rumah tangga sangat dibutuhkan agar keluarga mampu menghadapi tantangan kehidupan dengan segala problematikanya," ujar Novita Hardini di sela-sela acara.
Dalam rangkaian acara yang dikemas dalam bentuk lokakarya tersebut, Novita juga meresmikan peluncuran buku berjudul "Bising dan Hening". Karya literasi ini merangkum kisah inspiratif perjalanan sejumlah perempuan yang berhasil bangkit dan melewati berbagai titik terendah dalam hidup mereka.
Selain peluncuran buku, acara ini juga memamerkan potensi kreatif lokal melalui pemutaran film dokumenter dan animasi karya pemuda Trenggalek. Novita mengaku bangga sekaligus merasa tertantang untuk lebih merangkul talenta muda daerah yang selama ini justru lebih banyak bersinar di luar kota.
"Kami merasa perlu merangkul talenta muda berbakat ini karena banyak anak muda Trenggalek berprestasi di kancah nasional, namun justru bertemunya di luar daerah," tutur sosok yang dikenal aktif memperjuangkan hak perempuan tersebut.
Lebih lanjut, Novita menyoroti hasil diskusi dalam sesi lokakarya yang mengungkap kenyataan mengenai hambatan bagi kaum hawa. Hingga tahun 2026, ia menilai masih banyak batasan atau *barrier* yang merugikan posisi perempuan di berbagai lapisan masyarakat, baik di tingkat pusat maupun daerah.
"Hingga hari ini kita masih menghadapi banyak sekali barier yang tidak menguntungkan bagi perempuan," jelas Novita secara lugas.
Melalui TGX Women Summit, Novita berharap api perjuangan yang disulut dapat menjadi modal bagi setiap perempuan untuk mandiri secara mental dan ekonomi. Ia mengajak seluruh elemen perempuan di Trenggalek untuk tidak menyerah pada keadaan dan terus bergerak maju demi masa depan yang lebih baik.
"Saya mengajak seluruh perempuan untuk menyalakan api perjuangan yang positif guna menghadapi kehidupan masing-masing," pungkasnya.(pb/dn)
What's Your Reaction?



