Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2025, ke DPRD, Pak Yes Sebut Kondisi Fiskal Lamongan Menguat dan Sehat

"Dapat kami tegaskan bahwa tata kelola dan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 secara umum telah berjalan dengan baik dan menentukan arah penguatan yang positif. Hal ini tercermin dari perbaikan kondisi fiskal daerah yang ditandai dengan peningkatan PAD, peningkatan SILPA, optimalisasi belanja modal khususnya pada sektor jalan, irigasi dan jaringan, serta penurunan kewajiban daerah," pungkas Bupati Yes menutup penyampaiannya.

12 Jun 2026 - 16:18
Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2025, ke DPRD, Pak Yes Sebut Kondisi Fiskal Lamongan Menguat dan Sehat
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menyampaikan Nota Keuangan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Lamongan. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, secara resmi menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Lamongan Tahun Anggaran 2025. Penyampaian tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Lamongan, Jumat (12/6/2026).

Dalam pemaparannya, bupati yang akrab disapa Bupati Yes ini menegaskan bahwa momentum penyerahan laporan pertanggungjawaban ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban berkala. Lebih dari itu, agenda ini menjadi penegasan atas komitmen bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berbasis pada kinerja.

Pak Yes membeberkan, sepanjang tahun anggaran 2025, Kabupaten Lamongan kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Raihan ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Lamongan karena berhasil dipertahankan selama sepuluh kali berturut-turut.

Tak hanya di sektor pengelolaan keuangan, komitmen akuntabilitas Pemkab Lamongan juga mendapat pengakuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Hal ini dibuktikan dengan perolehan Predikat A (Sangat Baik) dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

"Capaian WTP yang kesepuluh dan Predikat A pada SAKIP ini menjadi instrumen krusial bagi kami untuk memastikan bahwa seluruh tata kelola keuangan dan jalannya roda kinerja daerah benar-benar bergerak secara transparan, terukur, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik," ungkap Bupati Yes di hadapan jajaran pimpinan dan anggota DPRD Lamongan.

Lebih lanjut, di sektor postur keuangan, Bupati Yes memaparkan realisasi fiskal yang menunjukkan tren sangat sehat. Realisasi pendapatan daerah Lamongan pada tahun 2025 mampu menembus angka Rp3,21 triliun, atau mencapai 99,35 persen dari target awal yang dipatok sebesar Rp3,23 triliun.

Stabilitas fiskal daerah ini ditopang kuat oleh moncer-nya capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tercatat, realisasi PAD Lamongan menyentuh angka Rp680,8 miliar, melesat tajam dengan pertumbuhan sebesar 21,70 persen jika dibandingkan dengan perolehan di tahun sebelumnya. Pertumbuhan yang signifikan ini menjadi indikasi nyata bahwa tingkat kemandirian fiskal Kabupaten Lamongan kian kokoh dari tahun ke tahun.

Kabar menggembirakan juga datang dari sisi belanja daerah dan transfer. Sepanjang tahun anggaran 2025, realisasi operasional belanja secara keseluruhan tercatat sebesar Rp3,17 triliun. Menariknya, pengelolaan anggaran ini berhasil mencatatkan surplus keuangan sebesar Rp41 miliar, membalikkan proyeksi awal yang sebelumnya sempat diperkirakan mengalami defisit sebesar Rp85 miar.

Di akhir penyampaiannya, orang nomor satu di Lamongan itu memaparkan kondisi aset daerah yang terus tumbuh produktif. Total aset Pemerintah Kabupaten Lamongan melonjak signifikan dengan kenaikan mencapai Rp225,8 miliar jika dikomparasikan dengan tahun 2024. Pertumbuhan aset ini berjalan linear dengan ekuitas daerah yang ikut terkerek naik sebesar Rp271 miliar.

Menariknya, di tengah pertumbuhan aset dan ekuitas yang masif, postur neraca Lamongan juga menunjukkan tren penurunan pada angka kewajiban daerah. Penurunan liabilitas ini merefleksikan kepiawaian manajemen Pemkab dalam mengelola serta merampungkan berbagai kewajiban keuangan secara lebih sehat, taktis, dan akurat.

"Dapat kami tegaskan bahwa tata kelola dan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 secara umum telah berjalan dengan baik dan menentukan arah penguatan yang positif. Hal ini tercermin dari perbaikan kondisi fiskal daerah yang ditandai dengan peningkatan PAD, peningkatan SILPA, optimalisasi belanja modal khususnya pada sektor jalan, irigasi dan jaringan, serta penurunan kewajiban daerah," pungkas Bupati Yes menutup penyampaiannya. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow