Reformulasi Gerakan, Jairi Irawan Sulap Kantor Partai Jadi Pusat Kreativitas Warga Tulungagung

Partai berlambang pohon beringin ini mulai meninggalkan gaya pengerahan massa konvensional dan beralih ke berbagai kegiatan sosial non-politik yang menyasar kebutuhan riil warga.

12 Mar 2026 - 16:01
Reformulasi Gerakan, Jairi Irawan Sulap Kantor Partai Jadi Pusat Kreativitas Warga Tulungagung
Ketua DPD Golkar Tulungagung sekaligus Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan ketika dikonfirmasi awak media (rizky/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Tulungagung melakukan reformulasi besar-besaran dalam pola pendekatan kepada masyarakat. Partai berlambang pohon beringin ini mulai meninggalkan gaya pengerahan massa konvensional dan beralih ke berbagai kegiatan sosial non-politik yang menyasar kebutuhan riil warga.

Langkah baru ini diwujudkan melalui gelaran Ramadhan Fest 2026 yang dipusatkan di Kantor DPC Golkar Tulungagung, Kamis (12/3/2026) malam. Acara tersebut dimeriahkan oleh kompetisi Hadrah Al Habsyi yang diikuti oleh 10 finalis grup hadrah terbaik dari berbagai kecamatan, mulai dari Boyolangu hingga Kalidawir.

Ketua DPD Golkar Tulungagung sekaligus Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan instruksi langsung dari DPP. "Kami ingin Kantor DPC tidak hanya menjadi ruang aktivitas politik, tetapi juga ruang terbuka bagi kegiatan masyarakat," ujar Jairi di sela-sela acara.

Menurut Jairi, pendekatan lewat jalur religi seperti Festival Selawat di bulan Ramadan jauh lebih efektif dalam mempererat ikatan emosional dengan warga. Selain kegiatan keagamaan, pihaknya juga masif menggelar kelas keterampilan seperti Cooking Class, Beauty Class, hingga seminar kesehatan mengenai kanker serviks yang pendaftarannya dibuka secara transparan bagi publik.

Respons masyarakat terhadap perubahan strategi ini pun terbilang sangat tinggi. Jairi menceritakan bagaimana kuota kelas tata rias (Make Up Class) ludes hanya dalam waktu satu hari setelah dibuka secara daring. "Dulu sistemnya pengerahan massa perwakilan kecamatan, sekarang masyarakat datang sendiri secara sukarela karena memang membutuhkan kegiatannya," tuturnya.

Perubahan gaya komunikasi ini juga didukung oleh peremajaan struktur internal partai. Berdasarkan data organisasi, sebanyak 52 persen pengurus Golkar di Tulungagung kini didominasi oleh anak muda di bawah usia 40 tahun. Jairi menilai, dominasi kader muda ini merupakan aset penting untuk menggarap isu-isu digital dan ekonomi kreatif.

"Anak-anak muda sengaja kami tempatkan di posisi strategis yang dekat dengan isu kekinian agar mampu merangkul dinamika zaman," kata Jairi menegaskan komitmen revitalisasi partainya.

Sebagai langkah lanjutan, DPD Golkar Tulungagung berencana menggelar Musyawarah Kecamatan (Muscam) serentak usai Ramadan. Agenda ini bertujuan untuk menyelaraskan ritme kerja antara pengurus di tingkat kabupaten dengan kecamatan, sehingga pendekatan baru yang berbasis kebutuhan masyarakat ini dapat berjalan seragam hingga ke tingkat akar rumput.(riz/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow