PTPN III (Persero) Terus Memperkuat Transformasi dengan Pembentukan PalmCo dan SupportingCo

PTPN III (Persero), yang sukses membentuk SugarCo pada tahun 2021, terus mengambil langkah besar dalam upayanya untuk membentuk subholding lainnya.

03 Nov 2023 - 08:32
PTPN III (Persero) Terus Memperkuat Transformasi dengan Pembentukan PalmCo dan SupportingCo
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus mengakselerasi pembentukan subholding lainnya, yakni PalmCo dan SupportingCo.

Sumatra Utara, (afederasi.com) - PTPN III (Persero), yang sukses membentuk SugarCo pada tahun 2021, terus mengambil langkah besar dalam upayanya untuk membentuk subholding lainnya. Kali ini, fokusnya adalah pada pembentukan PalmCo dan SupportingCo sebagai bagian dari upaya transformasi yang dilakukan oleh Kementerian BUMN terhadap perusahaan-perusahaan di bawah naungannya. 

Menurut Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani, situasi global yang dipengaruhi oleh berbagai dinamika dan tantangan seperti konflik Ukraina Rusia, ketegangan geopolitik, dan perubahan iklim, telah membuat pangan dan energi menjadi isu penting. Abdul Ghani juga mencatat bahwa Indonesia masih sangat bergantung pada impor pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga stabilitas harga.

"Karena itu, impor harus terus dikurangi di masa yang akan datang. Potensi Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energi ramah lingkungan juga sangat besar dan perlu dioptimalkan. Kami meyakini, pembentukan subholding ini akan mampu mengatasi tantangan yang ada," kata Abdul Ghani seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com

Saat ini, PTPN Group memiliki luas lahan sawit sebesar 600 ribu hektar yang tersebar di sepuluh PTPN, serta lahan tebu seluas 173 ribu hektare, yang terdiri dari 53 ribu HGU dan sisanya dikelola oleh tujuh PTPN. Pembentukan subholding PalmCo dan SupportingCo dilakukan untuk mengakselerasi sinergi, optimalisasi sumber daya, dan memperkuat daya saing PTPN sebagai instrumen negara.

Ghani menekankan bahwa pembentukan subholding PalmCo bukan hanya tentang penggabungan perusahaan. Ada upaya lanjutan dalam bentuk hilirisasi untuk meningkatkan produksi minyak goreng hingga 1,8 juta ton pada tahun 2026, dengan tujuan memenuhi 40 persen kebutuhan minyak goreng domestik.

Dampak positif dari aksi-aksi korporasi yang dilakukan PTPN Group juga mendapat perhatian. Prof. Dr. Ir. Suryo Wiyono, Dekan Fakultas Pertanian IPB University, menyambut baik pembentukan PalmCo, mengatakan bahwa ini akan berdampak positif bagi industri sawit nasional dan harga minyak goreng domestik yang lebih stabil. Ia mengharapkan peningkatan produksi minyak goreng dalam negeri dan minyak kelapa sawit (CPO) melalui inisiatif PalmCo.

Suryo memperkirakan bahwa produksi minyak goreng dapat meningkat dari 460.000 ton per tahun pada 2021 menjadi 1,8 juta ton per tahun pada tahun 2026 berkat pembentukan PalmCo. Upaya untuk meningkatkan produktivitas kebun sendiri, meningkatkan produktivitas kebun rakyat, dan hilirisasi komoditas dalam minyak goreng dianggap sebagai langkah penting untuk menjaga keseimbangan bisnis dan melayani kebutuhan masyarakat.

Ir. Jaka Widada, Dekan Fakultas Pertanian UGM, juga melihat potensi besar dalam pembentukan PalmCo. Ia percaya bahwa PalmCo dapat menciptakan pemerataan hasil perekonomian berkelanjutan, mengembangkan wilayah, mengurangi kesenjangan, dan menjamin pemerataan melalui program peremajaan sawit. Hal ini berdampak positif pada sekitar 120 ribu petani plasma beserta keluarganya yang didukung melalui program replanting.

Pembentukan subholding PalmCo dan SupportingCo juga mendapat dukungan dari berbagai kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian BUMN, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, Kementerian ATR/BPN, dan Kementerian Keuangan. Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong transformasi perkebunan dan kehutanan di Indonesia melalui PTPN Group.(mg-2/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow