Polisi Buru Pelaku Pembacokan Patrol Sahur di Panceng Gresik, Korban Alami Luka Robek Bagian Perut

27 Feb 2026 - 17:11
Polisi Buru Pelaku Pembacokan Patrol Sahur di Panceng Gresik, Korban Alami Luka Robek Bagian Perut
Patroli Sahur yang berujung Tawuran Berdarah di Desa Panceng Gresik, dan foto pelaku Din Maling, terduga pelaku pembacokan yang kini kabur diburu polisi. (Ilustrasi/afederasi.com)
Polisi Buru Pelaku Pembacokan Patrol Sahur di Panceng Gresik, Korban Alami Luka Robek Bagian Perut

Gresik, (afederasi.com) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik kini tengah memburu pelaku pembacokan dua pemuda asal Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, dalam insiden patroli sahur berdarah yang terjadi Jumat (27/02/2026) dini hari.

Pelaku yang diduga melakukan pembacokan diketahui berinisial S, warga Desa Banyutengah. Usai kejadian, terduga pelaku langsung melarikan diri dan kini dalam pengejaran aparat kepolisian.

“Untuk pelaku yang diduga menyabet korban berinisial S, warga Desa Banyutengah. Setelah kejadian, yang bersangkutan melarikan diri,” ujar Kanit Reskrim Polsek Panceng Aipda Yudi.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya menegaskan bahwa pihaknya saat ini fokus melakukan penyelidikan sekaligus pengejaran terhadap pelaku. Sejumlah saksi telah diperiksa dan olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan guna mengungkap secara terang peristiwa tersebut.

“Masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan. Beri waktu kita 3 hari,” tegas AKP Arya.

Dalam insiden tersebut, dua pemuda Desa Campurejo menjadi korban, yakni Moh. Ruhul Madani (25) dan Wahyu Agung Pratama (24). Moh. Ruhul Madani mengalami luka gores dan menjalani perawatan di Puskesmas Panceng. Sementara Wahyu Agung Pratama mengalami luka robek serius di bagian perut hingga harus dilarikan ke RS Ibnu Sina Gresik untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Tragedi patroli sahur berdarah ini bermula saat rombongan pemuda Desa Campurejo melaksanakan patroli sahur dan berpapasan dengan kelompok pemuda Desa Banyutengah di depan sebuah tempat biliar dan kafe di wilayah Desa Campurejo. Adu mulut yang disertai aksi saling lempar bom air memicu ketegangan.

Meski sempat mundur, kelompok pemuda Desa Banyutengah kemudian mendatangi kembali rombongan Desa Campurejo hingga terjadi tawuran. Di tengah kericuhan itulah pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam dan melakukan pembacokan.

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda, agar tidak mudah terprovokasi dan menghindari tindakan yang dapat memicu konflik, terlebih di bulan Ramadan.

“Kalau melihat kejadian tawuran atau lainnya, kami menghimbau sebelum terjadi bisa menghubungi 110 atau Lapor Pak Kapolres Cak Rama,” pungkas AKP Arya.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow