Peringatan Krisis: Tantangan Ekonomi Global dengan Rekor Utang dan Suku Bunga Tinggi

Ekonomi global akan segera menghadapi situasi yang sulit, dengan potensi awan gelap yang tidak bisa dihindari lagi mengintai.

17 Oct 2023 - 13:06
Peringatan Krisis: Tantangan Ekonomi Global dengan Rekor Utang dan Suku Bunga Tinggi
ilustrasi. Ekonomi global bakal menghadapi situasi yang tak mudah dalam waktu dekat, potensi awan gelap yang bakal menyelimuti tidak bisa dihindari lagi.

Jakarta, (afederasi.com) - Ekonomi global akan segera menghadapi situasi yang sulit, dengan potensi awan gelap yang tidak bisa dihindari lagi mengintai. Faktor pemicu masalah semakin beragam, seperti rekor utang, tingginya suku bunga, dampak perubahan iklim, belanja kesehatan, dana pensiun seiring bertambahnya usia, dan perpecahan politik, semuanya telah memicu kekhawatiran akan krisis pasar keuangan di negara-negara maju.

Menurut Reuters, lonjakan biaya pinjaman pemerintah telah menjadikan utang yang tinggi sebagai pusat perhatian, dengan para investor menuntut peningkatan kompensasi untuk memegang obligasi jangka panjang. Ini menjadi sorotan mengingat lebih dari 80% kenaikan utang global senilai $10 triliun pada semester pertama, yang mencapai rekor $307 triliun, berasal dari negara-negara maju menurut Institute of International Finance.

Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, yang hampir mencapai batas utang dan menghadapi risiko gagal bayar, Italia, dan Inggris, menjadi fokus perhatian. Lebih dari 20 ekonom terkemuka, mantan pengambil kebijakan, dan investor besar menyampaikan kekhawatiran mereka kepada Reuters. Mereka tidak memprediksi kesulitan pembayaran utang di negara-negara maju, namun menekankan perlunya pelaksanaan rencana fiskal yang kredibel, peningkatan pajak, dan pertumbuhan yang berkelanjutan untuk mengendalikan keuangan. Tingginya ketegangan geopolitik juga menambah beban biaya.

Lingkungan yang rapuh dengan suku bunga yang lebih tinggi dan berkurangnya dukungan bank sentral meningkatkan risiko kesalahan langkah kebijakan yang dapat memicu kehancuran pasar. Kondisi ini seperti yang terjadi pada krisis anggaran mini di Inggris pada tahun 2022. Peter Praet, Mantan Kepala Ekonom European Central Bank (ECB), mengungkapkan kekhawatiran mengenai prospek yang mengkhawatirkan, meskipun utang tampaknya masih berkelanjutan. Dia menyebut bahwa banyak negara saat ini berada dalam jarak yang tidak jauh dari krisis keuangan publik. Kesiapan menghadapi risiko dan kebijakan yang tepat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi global ini. (mg-1/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow