Pemkab Situbondo Gelontorkan Rp16,3 Miliar DBHCHT untuk Perkuat Sektor Pertanian
Pemerintah Kabupaten Situbondo mengalokasikan DBHCHT 2026 sebesar Rp16,3 miliar untuk memperkuat sektor pertanian dari hulu, infrastruktur, hingga peningkatan SDM petani.
Situbondo, (afederasi.com) — Pemerintah Kabupaten Situbondo mengoptimalkan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2026 untuk memperkuat sektor pertanian. Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan), pemkab menggelontorkan anggaran lebih dari Rp16,3 miliar guna membangun ekosistem pertanian dari hulu hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) petani.
Kepala Dispertangan Kabupaten Situbondo, Ir. Hj. Quratul Aini, menyatakan bahwa alokasi dana tersebut difokuskan pada tiga program utama yang saling berkesinambungan.
"Ketiga program tersebut dirancang agar pembangunan pertanian tidak hanya berorientasi pada bantuan sesaat, tetapi mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan produktivitas," ujar Quratul pada Senin (27/7/2026).
Porsi anggaran terbesar dialokasikan untuk pembangunan prasarana pertanian dengan nilai mencapai Rp12,7 miliar. Dana ini difokuskan untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur pendukung usaha tani, seperti jaringan sumber air serta saluran irigasi guna menjamin kelancaran produksi di lapangan.
Selain prasarana, pemkab juga menyiapkan anggaran sekitar Rp2,62 miliar untuk pengadaan dan pengembangan sarana pertanian. Dana tersebut digunakan untuk menyediakan berbagai kebutuhan sarana produksi sekaligus memastikan pengawasan penyalurannya berjalan tepat sasaran.
Tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, pemerintah daerah turut memperhatikan kapasitas petani melalui program penyuluhan senilai Rp994 juta. Melalui program ini, para penyuluh diterjunkan untuk memberikan pendampingan dan edukasi agar petani mampu mengelola usaha secara lebih modern, efisien, dan berdaya saing.
Quratul menegaskan bahwa seluruh anggaran DBHCHT tersebut tidak disalurkan dalam bentuk bantuan tunai atau insentif langsung. Seluruh dana diarahkan secara penuh untuk menghadirkan fasilitas dan program yang memberikan dampak berkelanjutan bagi kemajuan pertanian daerah.
"Yang kami bangun adalah ekosistem pertanian yang lebih kuat, mulai dari sarana produksi, infrastruktur pendukung, hingga peningkatan kapasitas petaninya," tambahnya.
Saat ini, pelaksanaan seluruh program tersebut dilaporkan masih berjalan sesuai dengan tahapan perencanaan. Sejumlah kegiatan masih berada dalam proses pengadaan barang dan jasa, sehingga realisasi fisik di lapangan dilakukan secara bertahap sesuai regulasi yang berlaku.(vya/dn)
What's Your Reaction?

