​Petik Laut Jadi Momentum Jaga Lingkungan, Mas Rio Ajak Warga Rawat Pesisir Situbondo

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo memanfaatkan tradisi Petik Laut Besuki untuk mengajak warga menjaga kebersihan pesisir dan mengumumkan pembangunan TPS.

27 Jul 2026 - 13:43
​Petik Laut Jadi Momentum Jaga Lingkungan, Mas Rio Ajak Warga Rawat Pesisir Situbondo
Suasana pesisir di Besuki (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com) — Tradisi Petik Laut di Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, tidak sekadar menjadi ritual tahunan ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan. Di tengah prosesi budaya tersebut, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo membawa misi penting untuk mengajak warga mengubah pola pikir dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir.

​Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu menegaskan bahwa persoalan sampah di kawasan pantai tidak cukup diselesaikan melalui aksi bersih-bersih sesaat. Menurutnya, masalah tersebut harus diselesaikan sampai ke akarnya melalui perubahan perilaku masyarakat.

​Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Situbondo berkomitmen membangun Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di kawasan pantai Desa Pesisir pada tahun ini. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadi solusi nyata mengatasi penumpukan sampah di sepanjang garis pantai.

​"Selama ini pantai sudah berkali-kali dibersihkan, tetapi sampah terus datang kembali. Karena itu pemerintah akan menyiapkan TPS. Namun yang paling penting adalah bagaimana kita mengubah pola pikir masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan," ujar Mas Rio pada Senin (27/7/2026).

​Ia mengingatkan bahwa masyarakat pesisir memiliki keterikatan yang kuat dengan laut sebagai sumber penghidupan, sehingga kewajiban merawat lingkungan harus berjalan seiring.

​"Saya juga mengingatkan warga agar tidak hanya mencari nafkah dan keberkahan di laut, tetapi juga wajib menjaga kelestarian bumi. Sebab jika alam dirusak, dampak negatifnya akan kembali dirasakan oleh masyarakat sendiri," tegasnya.

​Mas Rio berharap makna Petik Laut bertransformasi menjadi simbol kebangkitan kesadaran kolektif. Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari tokoh masyarakat hingga guru ngaji, untuk bersama-sama mengedukasi warga agar peduli terhadap kebersihan lingkungan.

​Sementara itu, Kepala Desa Pesisir, Ahmadi, menjelaskan bahwa persoalan sampah di wilayahnya turut dipengaruhi oleh faktor geografis. Desa Pesisir berada di posisi hilir sehingga kerap menjadi titik akhir aliran sampah dari wilayah lain.

​Meski demikian, pihak desa menyambut positif rencana pembangunan fasilitas penampungan sampah dari pemerintah daerah guna memperbaiki tata kelola kebersihan lingkungan setempat.

​"Kami sangat mengapresiasi perhatian Bapak Bupati. Dengan adanya TPS nanti, kami berharap pengelolaan sampah di kawasan pesisir akan lebih baik, serta dibarengi kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan," pungkas Ahmadi.(vya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow