Pemkab Kediri Target 90 Persen MCP Tahun 2022

10 Nov 2022 - 20:17
Pemkab Kediri Target 90 Persen MCP Tahun 2022
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam kegiatan koordinasi pemberantasan korupsi tahun 2022 dan program tematik oleh KPK RI di Gedung Graha Saba DPRD Kabupaten Kediri, Kamis (10/11/2022). (foto : Pemkab Kediri).

Kediri, (afederasi.com) - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mendorong capaian MCP (Monitoring Center for Prevention) Kabupaten Kediri tahun 2022 capai 90 persen. Dibanding tahun lalu, Kabupaten Kediri hanya mencapai 83 persen. 

MCP sendiri merupakan aplikasi yang dikembangkan KPK untuk melakukan monitoring capaian kinerja program pencegahan korupsi, melalui perbaikan tata kelola pemerintahan yang dilaksanakan pemerintah daerah.

"Capaian MCP Kabupaten Kediri pada 2021 sebesar 83,68 persen, saya berharap capaian MCP tahun 2022 lebih baik dibandingkan tahun 2021 sesuai dengan yang dicanangkan yaitu 90 persen," kata Mas Dhito dalam kegiatan koordinasi pemberantasan korupsi tahun 2022 dan program tematik oleh KPK RI di Gedung Graha Saba DPRD Kabupaten Kediri, Kamis (10/11/2022).

Mas Dhito juga berharap kegiatan bersama KPK itu dapat memberikan manfaat demi terciptanya Kabupaten Kediri yang baik dan bersih dari korupsi.

"Pada prinsipnya Pemerintah Kabupaten Kediri dan saya yakin teman-teman DPRD Kabupaten Kediri juga pasti akan satu irama, kami berkomitmen untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi," tegas Mas Dhito.

Disampaikan pula, salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kediri dalam pencegahan tindak pidana korupsi yakni melalui pemantauan dan perbaikan secara terus menerus pada delapan area intervensi MCP.

Delapan area itu meliputi perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, perijinan, manajemen ASN, tata kelola dana desa. 

"Ada juga penguatan aparat pengawas internal pemerintah (APIP), optimalisasi pajak daerah, manajemen aset daerah," ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Satgas Koordinasi dan Supervisi Penindakan Wilayah III KPK, Sri Kuncoro Hadi dalam kegiatan itu menuturkan, KPK membuat program MCP dimaksudkan untuk meminimalisasi dan deteksi dini perbuatan yang bisa mengarah terhadap penyimpangan, baik administrasi maupun pidana.

"Di sini kita mengedepankan pencegahan," tuturnya.

Capaian MCP diharapkan bukan semata-mata hanya pada capaian data. Melainkan juga harus diterapkan dalam pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat, baik melalui pemerintah daerah maupun DPRD Kabupaten Kediri.(sya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow