Misteri Pria Berbaju Loreng di Rel Ngantru: Tewas Mengenaskan, Warga Tak Ada yang Mengenali

Penemuan jasad seorang pria paruh baya dalam kondisi mengenaskan di jalur rel kereta api.

16 Mar 2026 - 14:48
Misteri Pria Berbaju Loreng di Rel Ngantru: Tewas Mengenaskan, Warga Tak Ada yang Mengenali
Sejumlah warga Desa Kepuhrejo, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung berdatangan guna melihat korban yang tertabrak kereta api (rizky/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) – Warga Desa Kepuhrejo, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung digemparkan dengan penemuan jasad seorang pria paruh baya dalam kondisi mengenaskan di jalur rel kereta api, Senin (16/3/2026). Hingga saat ini, identitas korban masih menjadi misteri karena tidak ditemukan dokumen pengenal di lokasi kejadian.

Peristiwa memilukan ini pertama kali terungkap saat salah seorang warga setempat tengah berjalan-jalan sore di sekitar area rel. Saksi mata terkejut saat melihat potongan tubuh manusia yang sudah tidak utuh berceceran di sepanjang perlintasan kereta api yang letaknya berada di atas pemukiman warga tersebut.

"Kejadian ini pertama kali diketahui warga sekitar pukul 16.15 WIB. Saat melintas, didapati potongan tubuh yang diduga kuat korban tertabrak kereta api," ujar Didit, salah seorang warga setempat saat memberikan keterangan di lokasi.

Menurut Didit, posisi jalur rel yang lebih tinggi dari rumah-rumah penduduk membuat warga tidak mengetahui secara pasti detik-detik peristiwa tersebut terjadi. Ia juga menegaskan bahwa berdasarkan ciri fisik luar, korban diyakini bukan merupakan penduduk Desa Kepuhrejo karena tidak ada laporan kehilangan anggota keluarga dari masyarakat sekitar.

"Warga di sini tidak ada satu pun yang mengenali korban," imbuh Didit singkat.

Pihak kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari petunjuk identitas. Kapolsek Ngantru, AKP Edi Santoso, menjelaskan bahwa dari hasil identifikasi awal, korban diperkirakan berusia sekitar 50 tahun dengan kondisi tubuh yang sudah hancur akibat benturan keras.

“Saat ditemukan kondisi tubuh korban sudah hancur. Korban mengenakan baju loreng hitam putih dan celana panjang warna biru,” ungkap AKP Edi Santoso.

Guna kepentingan penyelidikan lebih dalam, petugas telah mengevakuasi seluruh bagian jenazah ke rumah sakit. Polisi masih berupaya mencocokkan ciri-ciri fisik korban dengan data kependudukan maupun laporan orang hilang di wilayah hukum Tulungagung dan sekitarnya.

"Karena identitas belum ditemukan, jenazah dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD dr. Iskak untuk proses identifikasi dan pengembangan lebih lanjut," tegas Edi(riz/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow