KPU Tulungagung : Kerusakan dan Varian Ukuran Kotak Suara Jadi Persoalan Distribusi Logistik Pemilu 2024

Dari sejumlah kotak suara yang diterima, ratusan di antaranya mengalami kerusakan dan ada yang memiliki ukuran yang berbeda.

05 Dec 2023 - 18:10
KPU Tulungagung : Kerusakan dan Varian Ukuran Kotak Suara Jadi Persoalan Distribusi Logistik Pemilu 2024
Penerimaan Logistik dari KPU RI di Kabupaten Tulungagung, di Gudang Boyolangu, (ist)

Tulungagung, (afederasi.com) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tulungagung telah menerima ribuan kotak suara untuk Pemilu 2024 mendatang. Namun, dari sejumlah kotak suara yang diterima, ratusan di antaranya mengalami kerusakan dan ada yang memiliki ukuran yang berbeda.

Ketua KPU Tulungagung, Susanah, menjelaskan bahwa pada Senin (4/12/2023), pihaknya menerima kiriman logistik berupa 3000 unit kotak suara. Pada hari Selasa, (5/12/2023), mereka kembali menerima pengiriman kotak suara sebanyak 2600 unit.

"Dengan demikian, total kotak suara yang telah kami terima adalah 5600 unit dari kebutuhan keseluruhan sebanyak 16.500 unit kotak suara. Ini berarti masih tersisa 10.900 unit kotak suara yang harus dikirimkan hingga akhir bulan Desember 2023," ungkap Susanah pada hari Selasa (5/12/2023).

Selain kotak suara, pengiriman logistik tahap pertama sudah mencapai 100 persen. Namun, masih terdapat pengiriman logistik tahap kedua seperti surat suara, salinan daftar calon tetap (DCT) dan daftar pemilih tetap (DPT), bilik suara, segel, tinta, dan lainnya yang harus diselesaikan.

KPU yakin bahwa begitu pengiriman kotak suara mencapai 100 persen, pengiriman logistik tahap kedua untuk sisa logistik yang belum terkirim akan segera dilaksanakan. Namun, jika pengiriman hingga akhir Desember 2023 tidak selesai, tanggung jawab akan diambil alih oleh KPU RI dan penyedia logistik.

"KPU RI akan bertindak apabila pengiriman logistik masih belum mencapai 100 persen hingga akhir Desember 2023," jelasnya.

Mengenai proses sortir terhadap logistik yang telah dikirim, Susanah menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari petugas sortir bahwa beberapa logistik mengalami kerusakan dan memiliki ukuran yang tidak sesuai.

"Dari laporan tersebut, terdapat 192 tinta yang rusak setelah logistik tiba di Tulungagung," ujarnya.

Kerusakan pada tinta tersebut terjadi selama proses pengiriman dimana tinta tersebut tumpah dan dinyatakan rusak dari total 6610 buah tinta yang dikirimkan.

"Selain itu, ada satu bilik suara yang memiliki ukuran berbeda dengan yang lain," tambahnya.

Susanah menyebut bahwa pihaknya akan melaporkan temuan ini melalui Sistem Informasi Logistik (Silog) sesuai prosedur yang ada. Melalui sistem ini, diharapkan tanggapan dan tindak lanjut dari KPU RI dapat segera dilakukan.

"Kami telah melaporkan kerusakan ini melalui Silog, sehingga prosesnya bisa cepat dengan bantuan sistem dan segera direspons oleh KPU RI untuk penggantian dan antisipasi yang diperlukan," tutupnya. (riz/dn)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow