Kirab Budaya Meriahkan Tradisi Bandeng Gresik, 1000 Bandeng Dibagikan ke Warga

"Saat Lebaran masyarakat Gresik tidak membuat opor ayam, tetapi memasak bandeng sebagai ciri khas. Bandeng ya Gresik, Gresik ya bandeng,” ujarnya.

17 Mar 2026 - 09:54
Kirab Budaya Meriahkan Tradisi Bandeng Gresik, 1000 Bandeng Dibagikan ke Warga
Arak arakan kirab budaya Gresik mendapat sambutan antusias dari warga Gresik disepanjang rute kirab (Fahrudin/afedetasi.com)

Gresik, (afederasi.com) — Suasana Jalan Pahlawan hingga kawasan Alun-Alun Gresik tampak semarak, Senin (16/03/2026). Arak-arakan kirab budaya yang digelar Pemerintah Kabupaten Gresik menarik perhatian warga yang memadati sepanjang rute kirab. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan tradisi bandeng yang telah lama melekat sebagai identitas Kota Pudak.

Kirab budaya tersebut tidak sekadar parade, tetapi juga menjadi upaya menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya melestarikan warisan budaya daerah.

Sejumlah tradisi khas Gresik yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia turut dihadirkan dalam kirab ini. Di antaranya Pasar Bandeng Gresik, Malam Selawe Gresik, Rebo Wekasan Desa Suci, Kupat Keteg, serta kesenian Pencak Macan Gresik.

Rombongan kirab memulai perjalanan dari Gedung Nasional Indonesia Gresik di Jalan Pahlawan, kemudian melintasi Jalan Wachid Hasyim dan berakhir di kawasan Alun-Alun Pendopo Gresik. 

Selain masyarakat, kirab juga diikuti jajaran Forkopimda dan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Gresik.

Untuk menambah kemeriahan, panitia menyiapkan sekitar 1.000 ekor bandeng segar yang dibagikan kepada warga melalui tradisi udik-udikan. 

Selain itu, gunungan berisi sayuran dan buah hasil bumi juga dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang memadati rute kirab.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap masyarakat tidak hanya sekadar mengenal tradisi yang dimiliki daerahnya, tetapi juga ikut menjaga dan melestarikannya.

Menurutnya, penetapan sejumlah tradisi lokal sebagai Warisan Budaya Tak Benda menjadi tonggak penting dalam upaya melindungi kekayaan budaya yang lahir dari kearifan masyarakat Gresik.

“Dengan ditetapkannya WBTb, ini menjadi komitmen bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus melestarikan serta mewariskannya kepada generasi penerus,” ujarnya.

Kabupaten Gresik sendiri memiliki sejumlah tradisi yang kini telah resmi diakui sebagai WBTb oleh Kementerian Kebudayaan, di antaranya Kupat Keteg, Rebo Wekasan Desa Suci, Malam Selawe, Pasar Bandeng, hingga Pencak Macan.

Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu menambahkan, tradisi Pasar Bandeng telah berlangsung sejak era Sunan Giri. Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan budaya dan religius menjelang Idul Fitri, tetapi juga berperan penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Saat Lebaran masyarakat Gresik tidak membuat opor ayam, tetapi memasak bandeng sebagai ciri khas. Bandeng ya Gresik, Gresik ya bandeng,” ujarnya.

Tidak hanya itu, untuk memeriahkan Kontes Bandeng Kawak Gresik tahun 2026, panitia juga menyiapkan sekitar 2.000 porsi bandeng siap saji lengkap dengan nasi yang akan dibagikan secara gratis kepada pengunjung saat puncak acara.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow