Jelang Lebaran, Jalur Alternatif Mudik di Lamongan Tergenang Banjir 60 Sentimeter

"Motor saya mati mendadak di tengah genangan karena air masuk ke mesin. Terpaksa saya tuntun sekitar 200 meter sampai ke tempat yang kering. Kondisi jalannya memang dalam sekali," keluh Tomo saat ditemui di lokasi.

09 Mar 2026 - 05:45
Jelang Lebaran, Jalur Alternatif Mudik di Lamongan Tergenang Banjir 60 Sentimeter
Kondisi Banjir di Jalur Sukodadi-Paciran. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Menjelang arus mudik Lebaran, akses jalan alternatif di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, justru terendam banjir. Luapan air dengan ketinggian mencapai 60 sentimeter terpantau menggenangi ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Sukodadi menuju Kecamatan Paciran, tepatnya di Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Senin (9/3/2026).

Kondisi ini mengakibatkan aktivitas warga dan pengguna jalan terganggu. Tak sedikit kendaraan roda dua yang nekat menerobos genangan air mengalami mogok akibat kerusakan mesin.

Tomo, salah satu warga yang menjadi korban, terpaksa harus menuntun sepeda motornya sejauh 200 meter setelah mesin kendaraannya mati total terendam air.

"Motor saya mati mendadak di tengah genangan karena air masuk ke mesin. Terpaksa saya tuntun sekitar 200 meter sampai ke tempat yang kering. Kondisi jalannya memang dalam sekali," keluh Tomo saat ditemui di lokasi.

Senada dengan Tomo, Joko yang juga warga setempat, mengungkapkan bahwa wilayah tersebut memang kerap tergenang jika intensitas hujan tinggi. Menurutnya, kondisi banjir kali ini merupakan yang terparah dalam beberapa bulan terakhir.

"Sebenarnya kondisi jalan tergenang ini sudah terjadi lebih dari empat bulan, tapi saat ini yang dirasa paling parah. Apalagi ini jalur utama alternatif bagi pemudik yang mau ke arah utara (Paciran)," ujar Joko.

Dampak banjir tidak hanya dirasakan oleh para pengguna kendaraan bermotor. Akbar, seorang siswa yang setiap hari melintasi jalur tersebut, mengaku sangat terganggu saat berangkat menuju sekolah.

"Sangat terganggu, Kak. Banyak teman-teman yang seragamnya basah karena terkena cipratan air dari mobil atau kendaraan besar yang lewat kencang. Kami harus ekstra hati-hati kalau lewat sini," kata Akbar.

Jalur Sukodadi-Karanggeneng-Paciran merupakan urat nadi penting bagi pemudik yang ingin menghindari kemacetan di jalur utama nasional.

Warga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Pemerintah Kabupaten Lamongan segera melakukan penanganan konkret, seperti peninggian badan jalan dan perbaikan sistem drainase, agar arus mudik Lebaran tahun ini tidak terhambat. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow