Inovasi Desa Pengalangan Menganti, TKD Disulap Jadi Wisata Petik Buah dan Pasar Desa

"Awalnya lahan TKD ini berupa persawahan. Setelah dimusyawarahkan bersama perangkat desa dan BPD, akhirnya konsepnya diubah menjadi perkebunan buah dan pasar tradisional,” ujarnya saat ditemui di kawasan Wisata Edukasi Petik Buah, Minggu (08/03/2026).

08 Mar 2026 - 21:42
Inovasi Desa Pengalangan Menganti, TKD Disulap Jadi Wisata Petik Buah dan Pasar Desa
Kegiatan di area TKD Pengalangan bersama Dinas PMD Jawa Timur dan Dinas PMD Kabupaten Gresik pada tahun 2025.

Gresik, (afederasi.com) - Pemerintah Desa (Pemdes) Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur berhasil memanfaatkan aset desa berupa Tanah Kas Desa (TKD) menjadi kawasan wisata edukasi petik buah dan pasar desa. Pengelolaan ini tidak hanya meningkatkan perekonomian masyarakat, tetapi juga mendorong pola hidup sehat serta menjadi sarana edukasi berkebun bagi anak-anak.

Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pengalangan Sejahtera, lahan TKD seluas sekitar tiga hektare tersebut kini ditanami berbagai jenis buah-buahan, seperti belimbing madu, jambu kristal, kelengkeng, dan mangga.

Bibit unggul yang ditanam beberapa tahun lalu kini telah tumbuh subur dan mulai berbuah. Buah-buahan segar tersebut dapat dinikmati langsung oleh masyarakat maupun pengunjung yang datang berwisata dengan harga yang terjangkau.

Selain menjadi destinasi rekreasi, keberadaan kebun ini juga mendorong masyarakat untuk mengonsumsi buah segar sebagai bagian dari pola makan sehat dan bergizi.

Kepala Desa Pengalangan Ahyar Abdul Mutholib mengatakan, sebelumnya lahan TKD tersebut dikelola langsung oleh pemerintah desa. Namun kini pengelolaannya dipercayakan kepada BUMDes Pengalangan Sejahtera dengan konsep pengembangan wisata edukasi petik buah serta pasar desa.

Menurutnya, perubahan konsep tersebut merupakan hasil musyawarah bersama antara pemerintah desa, perangkat desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

“Awalnya lahan TKD ini berupa persawahan. Setelah dimusyawarahkan bersama perangkat desa dan BPD, akhirnya konsepnya diubah menjadi perkebunan buah dan pasar tradisional,” ujarnya saat ditemui di kawasan Wisata Edukasi Petik Buah, Minggu (08/03/2026).

Ahyar menambahkan, keberadaan pasar desa juga memberikan dampak ekonomi bagi warga. Bahkan sekitar 90 persen pedagang yang berjualan merupakan warga Desa Pengalangan.

Selain itu, pengelolaan kebun wisata edukasi petik buah juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

“Di kebun wisata ini ada lima warga yang kami pekerjakan. Jadi selain menjadi tempat wisata dan edukasi, juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap masyarakat turut menjaga dan merawat aset desa yang telah dibangun tersebut agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Menurutnya, hasil pengelolaan aset desa tersebut selama ini juga telah dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, salah satunya santunan bagi anak yatim piatu di desa.

“Kami berharap masyarakat ikut menjaga aset desa ini agar terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kemajuan desa,” katanya.

Atas upaya pengembangan Tanah Kas Desa tersebut, Pemerintah Desa Pengalangan juga memperoleh penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada tahun 2025 melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Timur.

“Kami sangat berterima kasih kepada Dinas PMD Jawa Timur serta seluruh masyarakat dan perangkat desa yang telah memberikan kepercayaan sehingga Desa Pengalangan bisa menjadi ikon desa berdaya,” pungkas Ahyar.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow