Geliat Sineas Muda Tulungagung, Golkar Siapkan Panggung Menuju Festival Film Lokal
DPD Golkar Tulungagung sukses menggelar workshop film untuk ratusan anak muda. Kegiatan ini menjadi batu loncatan menuju Tulungagung Film Festival 2026.
Tulungagung, (afederasi.com) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Tulungagung berkomitmen membangun ekosistem perfilman lokal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui gelaran workshop kreatif perfilman yang melibatkan ratusan pelajar, mahasiswa, hingga komunitas film di wilayah setempat.
Langkah taktis ini sengaja diambil sebagai fondasi awal untuk mempersiapkan lahirnya ajang bergengsi, Tulungagung Film Festival, yang direncanakan bergulir akhir tahun ini.
Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung, Jairi Irawan menjelaskan, kegiatan yang berlangsung intensif selama dua hari pada 16-17 Mei 2026 tersebut fokus pada pembekalan materi dasar dunia sinematografi. Tidak sekadar teori, para peserta juga langsung ditantang mempraktikkan ilmu yang didapat di lapangan.
“Peserta diberikan materi tentang seluk-beluk perfilman. Kemudian mereka diberi waktu dua hari untuk membuat film sebagai pembuktian,” ujar Jairi saat ditemui di Tulungagung, Senin (18/5/2026).
Antusiasme generasi muda terhadap industri kreatif ini terbilang cukup tinggi. Sebanyak 102 peserta dari berbagai latar belakang pendidikan dan komunitas kreatif tercatat ambil bagian dalam agenda ini.
“Dari 102 peserta itu kami bagi menjadi 10 kelompok. Masing-masing membuat film pendek berdurasi 3 sampai 5 menit," tutur Jairi menambahkan.
Hanya dalam waktu singkat, karya-karya segar garapan para sineas muda Tulungagung tersebut langsung diputar secara perdana pada Sabtu malam (17/5/2026) di Kantor DPD Partai Golkar Tulungagung. Pemutaran ini menjadi bentuk apresiasi nyata sekaligus ruang pamer karya bagi para peserta.
Menurut Jairi, intervensi ke sektor perfilman ini bukan tanpa alasan. Industri kreatif digital saat ini terus berkembang pesat dan membutuhkan dukungan ruang ekspresi yang konkret, terutama bagi generasi z dan milenial.
“Banyak komunitas film di Tulungagung yang membutuhkan wadah berkreasi. Ini bentuk dukungan kami agar mereka punya ruang untuk berkembang,” tegasnya.
Ia melihat potensi besar sinematografi di Tulungagung justru tumbuh subur di kalangan pelajar SMP hingga SMA. Atas dasar itulah, Golkar optimistis dunia perfilman bisa menjadi masa depan baru bagi industri kreatif di Tulungagung.
Sebagai rencana tindak lanjut, DPD Partai Golkar Tulungagung kini tengah mematangkan konsep workshop lanjutan yang jauh lebih spesifik. Pelatihan berikutnya akan membedah lebih dalam mengenai teknik pengambilan gambar, penulisan naskah, hingga penyutradaraan.
“Nanti workshop-nya akan lebih kecil dan lebih fokus. Muara dari semua kegiatan ini, kami punya mimpi menghadirkan Tulungagung Film Festival,” ungkap Jairi optimistis.
Jika tidak ada aral melintang, festival film perdana tersebut ditargetkan mulai masuk tahap realisasi pada September dan digelar secara resmi pada Oktober 2026 mendatang. Namun, Jairi mengakui agenda tersebut tetap akan menyesuaikan kesiapan sumber daya manusia dan pendanaan di lapangan.
“Kami berharap tahun ini Tulungagung Film Festival bisa terwujud,” imbuhnya.
Guna menjaga kualitas festival, Golkar Tulungagung juga berencana menggandeng tokoh perfilman nasional serta komunitas film dari luar daerah. Salah satu yang dibidik adalah jaringan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Yogyakarta, yang selama ini dikenal aktif membina komunitas perfilman akar rumput.
“Kita tahu Jogja punya komunitas film dan festival yang besar. Kami berharap Tulungagung juga bisa memiliki festival yang mampu mengangkat film-film lokal ke tingkat nasional,” kata Jairi. (riz/dn)
What's Your Reaction?

