DWP Kemenag Jombang Aktif Kelola Sampah Jadi Berkah: Langkah Nyata Peduli Lingkungan

12 Jun 2026 - 13:02
DWP Kemenag Jombang Aktif Kelola Sampah Jadi Berkah: Langkah Nyata Peduli Lingkungan
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang dalam pembinaan daring . (foto/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan kini mulai bergerak dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang membuktikan peran aktifnya dengan mengubah sampah rumah tangga menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi dan ekologis.

Melalui partisipasi dalam pembinaan daring bertajuk "Mengubah Sampah Menjadi Berkah, Merawat Bumi dengan Aksi Nyata" yang diselenggarakan DWP Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Kamis (11/6/2026), DWP Kemenag Jombang menunjukkan komitmen serius dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kanwil Kemenag Jawa Timur ini diikuti oleh seluruh DWP Kemenag kabupaten/kota se-Jawa Timur secara daring.

Acara menghadirkan Ketua DWP Kanwil Kemenag Jatim, Hj. Kholilati Bahtiar, sebagai keynote speaker, serta Ny. Nurul Rakhmawati, Penyuluh Agama Islam Kota Surabaya, sebagai narasumber utama.

Ketua panitia, Ny. Eli Maftuhah, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembinaan ini memiliki tiga target utama:

1. Meningkatkan kesadaran anggota DWP tentang pentingnya pemilahan sampah.

2. Mendorong aksi nyata pengelolaan sampah langsung dari rumah tangga.

3. Memberdayakan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan sampah bernilai guna.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota DWP tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mampu mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat," ujarnya.

Dalam sambutannya, Ketua DWP Kanwil Kemenag Jatim, Hj. Kholilati Bahtiar, menegaskan bahwa rumah tangga merupakan penyumbang sampah terbesar. Oleh karena itu, peran anggota DWP sebagai pengelola utama rumah tangga menjadi sangat sentral.

"Gerakan ini harus dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. Memilah sampah adalah tanggung jawab moral kita bersama. Dengan melakukan gerakan ini, kita telah melakukan dua kebaikan sekaligus: merawat bumi dan menekan pencemaran lingkungan," tegasnya.

Ia menambahkan, sampah yang dipilah dan dikelola dengan baik tidak hanya mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga dapat membuka peluang usaha rumahan.

"Jika sampah terpilah dengan baik, kita dapat mengubahnya menjadi berkah yang memiliki nilai ekonomi dan nilai manfaat baru. Mari kita lakukan kebaikan ini dan menjadi teladan bagi masyarakat sekitar," imbuhnya.

Menanggapi pembinaan tersebut, Wakil Ketua DWP Kemenag Kabupaten Jombang, Sri Wilujeng Arif Hidayatulloh, mengungkapkan optimismenya. Ia menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan dinamika kehidupan sehari-hari.

"Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kami berharap anggota DWP Kemenag Jombang dapat menjadi pelopor dalam membiasakan pemilahan sampah dari rumah, sehingga tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan sampah yang bernilai guna," ujarnya.

Menurutnya, perubahan besar dalam menjaga kelestarian lingkungan cukup dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh setiap keluarga.

"Gerakan mengubah sampah menjadi berkah sejalan dengan semangat DWP untuk terus berkontribusi bagi masyarakat. Kami berharap dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitar," tambahnya.

Melalui pembinaan ini, DWP Kemenag Jombang diharapkan mampu mengimplementasikan sistem pengelolaan sampah terstruktur di lingkungan keluarga dan satuan kerja. Beberapa aksi nyata yang dapat dilakukan antara lain:

1. Memilah sampah organik dan anorganik di rumah.

2.Mengolah sampah organik menjadi kompos atau eco-enzyme.

3.Memanfaatkan sampah anorganik (plastik, kertas, botol) menjadi kerajinan atau bahan daur ulang bernilai jual.

Dengan meningkatnya kesadaran dan keterampilan anggota DWP dalam mengelola sampah, gerakan ini diharapkan tidak berhenti pada tataran edukasi, tetapi berlanjut menjadi aksi nyata yang membawa manfaat bagi lingkungan, keluarga, dan masyarakat luas.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa DWP Kemenag Jombang tidak hanya berperan sebagai organisasi pendamping, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial berbasis keluarga menuju Indonesia yang lebih bersih, hijau, dan sejahtera. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow