Disbudporapar Lamongan Verifikasi Lapangan 10 Besar Pemuda Pelopor Desa 2026

03 Apr 2026 - 00:32
Disbudporapar Lamongan Verifikasi Lapangan 10 Besar Pemuda Pelopor Desa 2026
Tim Disbudporapar Lamongan dan Dewan Juri Melakukan Verifikasi Lapangan di Sanggar Kesenian dan Tari di Desa Puter Kecamatan Kembangbahu (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Lamongan tengah melakukan verifikasi lapangan atau visitasi terhadap sepuluh besar peserta Pemilihan Pemuda Pelopor Desa 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa inovasi dan dampak sosial yang dipaparkan para peserta benar-benar nyata di masyarakat. Kamis, (2/4/2026).

Kepala Dinas Disbudporapar Lamongan, Siti Rubikah, melalui Kepala Bidang (Kabid) Kepemudaan, Eko Siswayu, mengungkapkan bahwa proses penjaringan tahun ini telah memasuki tahap krusial untuk membuktikan kontribusi nyata para pemuda di lingkungan sekitar mereka.

"Alhamdulillah, kita sudah menjaring 10 pemuda pelopor desa. Hari ini kami melaksanakan visitasi lapangan untuk membuktikan apakah benar program yang mereka jalankan berdampak bagi lingkungan sekitar," ujarnya.

Eko menambahkan, pemilihan ini mencakup berbagai bidang strategis mulai dari seni budaya, kewirausahaan, ekonomi kreatif, hingga lingkungan hidup.

"Di lokasi ini, kami melihat langsung pembinaan seni budaya melalui sanggar tari yang memiliki peserta aktif, sebagai upaya pelestarian warisan leluhur," imbuhnya.

Sementara itu, Bambang, selaku Dewan Juri Pemilihan Pemuda Pelopor Desa menekankan bahwa aspek penilaian utama bukan sekadar presentasi yang menarik, melainkan bukti konkret di lapangan.

"Kami tidak ingin terjebak pada retorika atau cerita saja. Apa yang disajikan saat wawancara dan presentasi harus riil. Itulah fungsi visitasi ini, bukti bahwa kami tidak main-main dalam melakukan seleksi," tegas Bambang.

Ia juga mengingatkan bahwa kriteria peserta harus sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, yakni berusia antara 16 hingga 30 tahun. Mengenai potensi peserta tahun ini, Bambang mengaku optimis Lamongan dapat berbicara banyak di tingkat yang lebih tinggi.

"Potensi peserta terutama di bidang kewirausahaan serta seni dan budaya sangat luar biasa. Kami optimis mereka bisa bersaing di tingkat provinsi Jawa Timur nantinya," pungkasnya.

Sebagai informasi, dari lima bidang yang dikompetisikan diantaranya pendidikan, seni budaya, lingkungan, ekonomi digital, dan sosial kemasyarakatan. Tim juri hanya akan merekomendasikan peserta yang benar-benar potensial untuk mewakili Kabupaten Lamongan di seleksi tingkat provinsi. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow