Camp Gambus Misri Libatkan Gen Z dan Alpha

03 Jul 2026 - 21:46
Camp Gambus Misri Libatkan Gen Z dan Alpha
Suasana Gambus Misri Camp yang diikuti sebanyak 41 siswa dari tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Jombang Dusun Kedungsari, Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang selama dua hari Rabu dan Kamis (1-2 Juli 2026). ( Foto: santoso/afederasi.com))

Jombang, (afederasi.com) – Di tengah gempuran budaya modern dan digitalisasi yang masif, kesenian tradisional Gambus Misri di Kabupaten Jombang masih terus berdetak.

Buktinya, sebanyak 41 siswa dari tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Jombang turut serta dalam kegiatan "Gambus Misri Camp" yang digelar selama dua hari, pada Rabu dan Kamis (1-2 Juli 2026).

Kegiatan yang berlangsung di Base Camp Gambus Misri sekaligus Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Bintang Sembilan, Dusun Kedungsari, Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang ini secara spesifik menyasar kalangan Gen Z dan Alpha sebagai ujung tombak pelestarian budaya.

Pimpinan kelompok seni pertunjukan tradisional Gambus Misri Bintang Sembilan, Anasrul Hakim, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif kolaborasi antara Yayasan Air Kita dan Komunitas Pelestari Seni Gambus Misri Bintang Sembilan. 

Gerakan ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap nasib kesenian Gambus Misri yang kian hari kian tergerus perkembangan zaman.

"Gambus Misri Bintang Sembilan adalah satu-satunya yang masih bertahan di Jombang. Kami ingin anak-anak muda tidak hanya melihat sebagai penonton, tetapi merasakan langsung sebagai bagian dari pelestarian," ujar Anasrul Hakim saat dikonfirmasi media afederasi.com, Jumat (03/07/2026).

Yang membedakan camp tahun ini dengan kegiatan pada umumnya adalah kurikulum non-formal yang dirancang padat dan aplikatif. Selama dua hari satu malam, para peserta tidak hanya "digodok" untuk berani tampil di atas panggung melalui seni peran, lawak, dan musik.

Lebih dari itu, karena lokasi camp berada di kawasan P4S, anak-anak diajak berkeliling melihat secara langsung usaha produktif yang dijalankan oleh para personil Gambus. Mereka diperkenalkan pada aspek ekonomi kreatif di balik seni budaya, mulai dari sektor Peternakan, Perikanan, hingga Olahan Pangan.

"Kami ingin memberi edukasi bahwa seorang seniman juga dapat memiliki kemandirian ekonomi. Tidak hanya menghibur, tetapi juga produktif melalui agribisnis," tambah Anas.

Pentas Lakon Religi, Dakwah Lewat Seni Pertunjukan

Memasuki puncak acara, empat kelompok peserta yang telah terbentuk unjuk kebolehan dengan menyuguhkan lakon (drama) bertema religi dan sejarah Islam. Pembagian kelompok meliputi:

Kelompok 1 mengangkat kisah Naiman Sahabat Rosul,

Kelompok 2 menampilkan Sahabat Bilal,

Kelompok 3 membawakan tema "Menangkap Angin dengan Iman",

Kelompok 4 menutup dengan lakon Sunan Kalijaga.

Melalui tema-tema tersebut, secara tidak langsung generasi muda ini juga berdakwah melalui pendekatan seni dan budaya. Nilai-nilai keislaman disampaikan dengan cara yang menyenangkan, atraktif, dan tidak membosankan, menjadikan seni sebagai medium efektif untuk pendidikan karakter.

Penghijauan dan Harapan untuk Masa Depan
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kelestarian alam, kegiatan diakhiri dengan pembagian bibit pohon kepada seluruh peserta. Langkah ini merupakan simbol nyata bahwa peduli terhadap budaya juga selaras dengan peduli terhadap Bumi yang dipijak.

Di akhir kegiatan, para penggagas berharap adanya dukungan lintas sektor, baik dari dunia seni budaya maupun sektor usaha yang dirintis oleh para pelaku gambus. Dengan melibatkan Gen Z dan Alpha, diharapkan muncul motivasi internal yang kuat sehingga lahir generasi penerus Gambus Misri di Jombang.

"Kami tidak ingin kesenian ini mati. Dengan camp ini, kami menanamkan cinta kepada mereka. Semoga nanti ada yang meneruskan," pungkas Anasrul Hakim Pimpinan Komunitas Pelestari Seni Gambus Misri Bintang Sembilan. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow