Atasi 'Stres Digital', Bupati Madiun Dorong Penguatan Koperasi
Jumlah pasien di Rumah Sakit Jiwa itu meningkat. Salah satunya karena perkembangan zaman yang tidak diikuti dengan bijak. Orang tua sekarang lebih fokus ke HP. Saya berharap teknologi itu memudahkan kita mencapai tujuan, bukan malah membuat kita dibudak, lalu lupa waktu dan abai pada keluarga," tegas Bupati Madiun.
Madiun, (afederasi.com) – Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengungkap fakta mengejutkan mengenai fenomena sosial di era digital yang memicu peningkatan gangguan kesehatan mental dan maraknya kasus penipuan modern di masyarakat. Menghadapi ancaman tersebut, Bupati menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan dan pemberdayaan koperasi adalah benteng utama untuk menyelamatkan ketahanan keluarga.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber utama dalam agenda "Penumbuhan Kesadaran dalam Peningkatan Taraf Hidup Keluarga Melalui Kehidupan Berkoperasi" yang digelar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Senin (6/7/2026).
Dalam arahannya, Hari Wuryanto menyoroti bagaimana kecanduan gawai (gadget) telah merusak pola asuh anak dan memicu tekanan psikologis di lingkungan keluarga.
"Jumlah pasien di Rumah Sakit Jiwa itu meningkat. Salah satunya karena perkembangan zaman yang tidak diikuti dengan bijak. Orang tua sekarang lebih fokus ke HP. Saya berharap teknologi itu memudahkan kita mencapai tujuan, bukan malah membuat kita dibudak, lalu lupa waktu dan abai pada keluarga," tegas Bupati Madiun.
Selain ancaman psikologis, Bupati juga memperingatkan masyarakat mengenai kerentanan ekonomi di era digital. Tanpa pemahaman finansial yang sehat, warga akan sangat mudah terjerat modus penipuan modern seperti investasi bodong. Oleh karena itu, ia menginstruksikan koperasi dan kader PKK untuk bergerak aktif menjadi agen perubahan yang mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan keuangan yang aman.
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM, Indra Setyawan. Turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Madiun dr Purnomo Hadi serta akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ponorogo, Anjar Kususiyanah, M.Hum.
Melalui kolaborasi ini, Pemkab Madiun berkomitmen menjadikan koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan bantalan ekonomi konkret demi mewujudkan keluarga yang mandiri dan berdaya saing. (hend)
What's Your Reaction?

