Asah Kemampuan, Kapolres Trenggalek Pimpin Latihan Menembak Anggotanya

Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki pimpin latihan menembak rutin untuk anggota di Gunung Sawe. Latihan ini menjadi syarat kelayakan personel dalam penggunaan senjata api.

22 May 2026 - 19:40
Asah Kemampuan, Kapolres Trenggalek Pimpin Latihan Menembak Anggotanya
Sejumlah anggota Polres Trenggalek saat mengikuti latihan menembak di lapangan tembak gunung Sawe (Ist)

Trenggalek, (afederasi.com) – Menjaga kesiapan personel dalam menghadapi dinamika keamanan, Polres Trenggalek menggelar latihan menembak rutin di Lapangan Tembak Gunung Sawe, Desa Jatiprahu, Kecamatan Karangan, Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini bertujuan mengasah keterampilan dan akurasi anggota dalam penggunaan senjata api.

Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, hadir langsung memantau jalannya latihan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan setiap enam bulan sekali bagi seluruh anggota, baik dari tingkat Polres hingga Polsek jajaran.

"Latihan kali ini diikuti 96 peserta, mulai dari pejabat utama, kepala unit, anggota pemegang senpi, hingga personel Satsamapta," ungkap AKBP Ridwan.

Menurutnya, perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menuntut kesiapsiagaan tinggi dari kepolisian. Dalam situasi krusial, petugas terkadang dihadapkan pada kondisi yang mengharuskan penggunaan kekuatan secara terukur, termasuk penggunaan senjata api.

Selain melatih ketepatan sasaran, anggota juga dibekali pengetahuan teknis mengenai senjata api dan amunisi, baik laras pendek maupun panjang. Pemahaman regulasi serta Standar Operasional Prosedur (SOP) menjadi materi wajib yang diberikan kepada peserta.

"Latihan ini untuk mengasah *skill* dan reaksi cepat. Yang perlu digarisbawahi, penggunaan senjata api memiliki aturan ketat dan tidak boleh sembarangan," tegasnya.

AKBP Ridwan menegaskan bahwa latihan ini bukanlah sekadar formalitas. Hasil dari sesi menembak hari ini akan menjadi parameter penentu kelayakan seorang anggota untuk diizinkan membawa senjata api dinas.

"Hasil latihan ini menjadi salah satu dasar penilaian kelayakan anggota, selain persyaratan lain seperti tes psikologi dan penilaian kepribadian," tambahnya.

Dalam latihan tersebut, peserta menggunakan senjata laras pendek jenis revolver dan pistol dengan jarak tembak 15 meter. Sementara untuk senjata laras panjang jenis SS1 V2, jarak tembak yang digunakan berkisar antara 25 hingga 45 meter.

"Peserta wajib melakukan latihan dengan berbagai posisi, yakni berdiri, duduk, dan tiarap. Kami juga memberikan materi menembak reaksi untuk melatih kepekaan dan ketepatan anggota di lapangan," pungkasnya.(pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow