60 Penumpang Bawean Terlantar di Pelabuhan Gresik, Polres dan Pelindo Siapkan Solusi Keberangkatan

"Kami telah berkoordinasi dengan Pelindo untuk menyiapkan tempat istirahat sementara yang layak bagi warga. Selain itu, kami juga membagikan snack dan minuman untuk membantu meringankan beban para penumpang selama menunggu kepastian,” ujarnya.

19 Mar 2026 - 16:39
60 Penumpang Bawean Terlantar di Pelabuhan Gresik, Polres dan Pelindo Siapkan Solusi Keberangkatan
Petugas kepolisian dan Pelindo Gresik berkoordinasi untuk solusi meningkatnya arus penyeberangan jelang mudik lebaran di Terminal Pelabuhan Gresik. (Fahrudin/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) - Sebanyak 60 calon penumpang tujuan Pulau Bawean terlantar semalaman di Pelabuhan Gresik akibat kehabisan tiket kapal, di tengah meningkatnya arus penyeberangan menjelang mudik Lebaran, Rabu (18/03/2026).

Kondisi ini segera direspons cepat oleh Polres Gresik bersama Pelindo dengan memberikan bantuan sekaligus kepastian jadwal keberangkatan.

Para penumpang sedianya akan berangkat menggunakan kapal KM Gili Iyang pada pukul 20.00 WIB. Namun, mereka gagal mendapatkan tiket setelah beredar informasi simpang siur terkait adanya penambahan kuota penumpang.

Awalnya, KM Gili Iyang hanya memiliki kapasitas normal sebanyak 196 penumpang. Di tengah masyarakat sempat beredar kabar bahwa akan ada penambahan kuota hingga 392 orang. Sayangnya, hingga waktu keberangkatan, penambahan tersebut tidak terealisasi.

Akibatnya, puluhan calon penumpang yang sudah mengantre sejak sore hari terpaksa tidak bisa berangkat. Mereka pun memilih bertahan di area terminal pelabuhan sambil menunggu kepastian jadwal keberangkatan berikutnya.

Menanggapi situasi tersebut, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution langsung turun tangan. Jajaran kepolisian bersinergi dengan Pelindo untuk memastikan kondisi para penumpang tetap aman dan kondusif.

“Kami telah berkoordinasi dengan Pelindo untuk menyiapkan tempat istirahat sementara yang layak bagi warga. Selain itu, kami juga membagikan snack dan minuman untuk membantu meringankan beban para penumpang selama menunggu kepastian,” ujarnya.

Selain itu, Polres Gresik juga melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah pihak terkait, seperti ASDP, KSOP, serta operator pelayaran Express Bahari.

Hasil koordinasi tersebut menghasilkan solusi konkret. Seluruh penumpang yang sempat tertunda dijadwalkan diberangkatkan pada Kamis (19/03/2026) menggunakan kapal Express Bahari.

“Fokus utama kami adalah memastikan seluruh warga bisa segera sampai ke tujuan dengan aman. Hari ini diupayakan seluruh penumpang yang tertunda semalam sudah bisa diberangkatkan,” tegas AKBP Ramadhan.

Langkah cepat dan sinergi lintas instansi ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya di tengah lonjakan mobilitas menjelang arus mudik Lebaran.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow