Waspada! Curah Hujan Ekstrem Picu Lonjakan DBD dan Pneumonia

29 Apr 2026 - 21:21
Waspada! Curah Hujan Ekstrem Picu Lonjakan DBD dan Pneumonia
Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran,M.KP, saat di temui di ruang kerjanya, rabu, (29/04/2026). (foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Perubahan cuaca ekstrem dengan curah hujan yang tidak stabil saat musim pancaroba tengah menjadi perhatian serius bagi Dinas Kesehatan dan rumah sakit di Kabupaten Jombang. Kondisi ini tidak hanya menurunkan stamina tubuh, tetapi juga memicu peningkatan kasus penyakit infeksi. Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran,M.KP, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menemukan  kasus pneumonia dan demam berdarah dengue (DBD) di yang di rawat di RSUD Jombang.

dr. Pudji Umbaran menyampaikan, bahwa kekhawatiran terbesar saat ini adalah munculnya wabah demam berdarah. Namun, ia mengapresiasi langkah gencar yang dilakukan masyarakat di tingkat desa dan kecamatan melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

"Sehingga kejadian munculnya wabah demam berdarah bisa kita cegah. Di samping itu, sekarang masyarakat lebih waspada. Ketika anaknya panas dan sebagainya segera datang ke faskes tingkat 1 dan mendapatkan pengobatan yang cukup maksimal. Ini memang harus dilakukan berkaitan dengan optimalisasi fungsi dari faskes tingkat 1 untuk penanganan awal," terangnya kepada media afederasi.com , Rabu (29/04/2026).

Menurut dr. Pudji, perubahan pola hujan yang sangat ekstrem, panas terik lalu hujan deras bergantian, menciptakan lingkungan ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak. Kondisi ini menjadi faktor utama peningkatan risiko penularan DBD.

" Masyarakat harus betul-betul intens melakukan PSN di wilayahnya masing-masing supaya siklus pertumbuhan Aedes aegypti bisa kita pangkas. Selain itu, curah hujan yang sangat tinggi juga mengancam munculnya kasus diare. Lalat banyak dan ini perlu diwaspadai. Higiene sanitasi harus dijaga supaya penularan virus diare bisa kita cegah," ungkapnya.

Balita Kelompok Paling Berisiko
Lebih lanjut, dr. Pudji Umbaran menambahkan bahwa kelompok usia paling rentan terserang demam berdarah adalah anak-anak. Mereka cenderung tidak bisa mengeluh dengan jelas saat merasakan gejala awal.

"Ketika terjadi kegawatan pun kita sangat sulit mendeteksi. Jadi ini perlu diwaspadai. Kasus-kasus yang menimpa orang dewasa, insya Allah lebih aman karena mereka bisa mengeluh. Sehingga kegawatan pun bisa terkendali. Yang paling mengkhawatirkan adalah balita usia di bawah lima tahun. Maka betul-betul dibutuhkan penanganan yang sangat intensif," tutupnya.

Tips Pencegahan dari RSUD Jombang
Untuk menghadapi musim pancaroba ini, RSUD Jombang mengimbau masyarakat untuk:

1. Melakukan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang barang bekas, plus menghindari gigitan nyamuk).

2. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan istirahat cukup, konsumsi vitamin, dan menjaga pola makan.

3. Segera ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi mendadak lebih dari 2 hari.

4. Menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah diare dan penyakit saluran pernapasan.

Dengan kewaspadaan kolektif dan PSN yang berkelanjutan, diharapkan lonjakan kasus DBD serta pneumonia di Jombang dapat segera ditekan. (san).

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow