Setahun Kepemimpinan, Bupati Lamongan Fokus Jamula dan Tekan Ketimpangan Ekonomi

20 Feb 2026 - 06:02
Setahun Kepemimpinan, Bupati Lamongan Fokus Jamula dan Tekan Ketimpangan Ekonomi
Pak Yes saat Meninjau Pintuk Air Kuro di kecamatan Glagah Lamongan (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Memasuki satu tahun masa kepemimpinannya di periode ini, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, terus mematangkan berbagai program strategis yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah program Jamula (Jalan Mantap dan Mulus Lamongan).

Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan proses berkelanjutan yang tidak bisa diselesaikan hanya dalam waktu satu tahun. Target utamanya adalah perbaikan jalan-jalan poros kabupaten dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.

Untuk tahun ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan telah menyiapkan pembangunan di 50 ruas jalan tambahan. Pak Yes menekankan bahwa lambatnya kesan pembangunan di beberapa titik dikarenakan pihaknya lebih mengutamakan kualitas jangka panjang.

"Konstruksinya kita harapkan semua pakai konstruksi cor bertulang besi, sehingga kekuatan ataupun usia jalannya akan lebih lama lagi. Sehingga memang agak terkesan lambat dikarenakan memang biayanya lebih mahal dari yang jalan biasa," ujar Pak Yes saat memberikan keterangan, Jumat (20/2/2026) siang.

Hingga saat ini, progres jalan dalam kondisi mantap di Lamongan dilaporkan telah mencapai angka 63% dan ditargetkan akan terus meningkat hingga menyentuh angka 100%.

Selain infrastruktur, sektor pertanian juga menjadi perhatian serius mengingat peran Lamongan sebagai lumbung pangan Jawa Timur. Menanggapi isu penyimpangan distribusi pupuk bersubsidi, Bupati berencana memperketat pengawasan melalui mekanisme Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP).

"Nanti tentu akan lebih baik lagi ketika mekanisme penyaluran pupuk ini kita harapkan ke depan melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) sehingga bisa lebih terkontrol dengan baik," tegasnya. Ia juga menyatakan akan berkoordinasi dengan Forkopimda untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran distribusi pupuk.

Di sisi lain, meski angka kemiskinan menurun dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami kenaikan, Bupati mengakui masih adanya tantangan pada Gini Ratio atau tingkat ketimpangan ekonomi.

"Hanya ada satu, Gini Ratio yang tidak sesuai dengan target yang kita harapkan. Artinya masih ada kesenjangan. Ini yang menjadi concern kami untuk terus membuka lapangan pekerjaan," ungkapnya.

Pak Yes juga memastikan bahwa program-program di Lamongan akan terus disinergikan dengan program nasional Asta Cita serta program Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Beberapa keberhasilan seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan swasembada pangan yang melebihi target menjadi modal kuat bagi Lamongan untuk terus berkembang di tahun-tahun mendatang. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow