Sapi Kurban Lepas dan Mengamuk di Manyar Gresik, Damkar dan BKSDA Terpaksa Tembak Bius

Proses penembakan obat bius dilakukan sampai beberapa kali. Alhamdulillah akhirnya sapi lemas dan berhasil ditangkap oleh personel bersama warga,” jelasnya.

27 May 2026 - 16:49
Sapi Kurban Lepas dan Mengamuk di Manyar Gresik, Damkar dan BKSDA Terpaksa Tembak Bius
sapi kurban yang stres dan mengamuk usai terlepas ikatan berhasil diamankan petugas setelah ditembak bius (Ist/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Seekor sapi kurban di Masjid Al Hasan, Perumahan Pongangan Indah (PPI), Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, terpaksa dilumpuhkan menggunakan obat bius setelah lepas dari tali ikatan dan mengamuk akibat stres berat, Selasa (26/05/2026).

Proses penanganan dramatis itu melibatkan petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, Dinas Pertanian Gresik, hingga warga sekitar.

Informasi yang dihimpun, sapi berwarna coklat asal peternak Lamongan tersebut pertama kali lepas dari ikatan pada siang hari. Warga bersama seorang bernama Sining sempat berupaya menangkap sapi itu, namun gagal lantaran hewan kurban tersebut dalam kondisi stres dan agresif.

Penjual sapi juga sempat didatangkan untuk membantu menenangkan hewan tersebut. Namun hingga malam hari, sapi tetap sulit dikendalikan sehingga warga akhirnya meminta bantuan Damkar Gresik.

Kepala Damkarla Gresik, Suyono, mengatakan personel Pos Kota langsung diterjunkan ke lokasi usai menerima laporan warga. Namun upaya penangkapan secara manual juga belum membuahkan hasil.

“Setelah menerima laporan, personel Damkar Gresik Pos Kota langsung menuju lokasi. Namun sesampainya di lokasi, personel pun belum bisa menenangkan dan menangkap sapi yang lepas tersebut,” kata Suyono, Rabu (27/05/2026).

Karena kondisi sapi semakin sulit dikendalikan, petugas kemudian mendatangkan dokter hewan untuk melakukan penanganan lanjutan. Hasil koordinasi bersama memutuskan agar sapi dilumpuhkan menggunakan obat bius demi menghindari risiko yang lebih besar.

“Menurut dokter hewan disarankan agar sapi ditembak bius karena sapi tersebut stres berat sehingga sulit untuk ditenangkan dan ditangkap,” ujarnya.

Tak lama kemudian, tim BKSDA Jawa Timur bersama obat bius hewan dari Dinas Peternakan Lamongan tiba di lokasi. Proses penembakan bius pun dilakukan beberapa kali sebelum akhirnya obat berhasil menembus kulit sapi.

“Proses penembakan obat bius dilakukan sampai beberapa kali. Alhamdulillah akhirnya sapi lemas dan berhasil ditangkap oleh personel bersama warga,” jelasnya.

Selain Damkar dan BKSDA, proses evakuasi juga melibatkan Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Rumah Potong Hewan (RPH) Pulopancikan, Dinas Pertanian Lamongan, takmir masjid, serta warga sekitar.

Peristiwa tersebut sempat menjadi tontonan warga sekitar karena sapi terus berlari dan sulit dikendalikan sebelum akhirnya berhasil diamankan petugas gabungan.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow