Perempuan Tangguh di Tengah Keterbatasan, PNM Mekaar Jadi Harapan Baru

Selama 26 tahun berkiprah, PNM konsisten menyasar masyarakat prasejahtera agar mampu mandiri secara ekonomi.

25 Mar 2026 - 10:44
Perempuan Tangguh di Tengah Keterbatasan, PNM Mekaar Jadi Harapan Baru

Jakarta, (afederasi.com) – Guratan lelah di wajah Triyulianti tidak menyurutkan semangatnya untuk terus memacu sepeda motor di tengah padatnya jalanan. Sebagai pengemudi ojek daring, ia harus rela membagi waktu antara mencari nafkah dan mengurus empat buah hatinya yang masih kecil.

“Setiap hari saya harus meninggalkan anak saya yang masih umur tiga bulan,” ujar Triyulianti lirih di balik helm hijaunya. Tekanan ekonomi memaksanya untuk kuat menjemput rezeki demi kelangsungan hidup keluarga.

Kisah serupa dialami Novi, seorang pengemudi taksi yang kerap menghabiskan waktu dari subuh hingga larut malam di jalanan ibu kota. Sebagai orang tua tunggal, ia memikul beban berat demi masa depan anak semata wayangnya. “Apa pun akan saya lakukan untuk anak saya,” ucapnya dengan nada bergetar.

Triyulianti dan Novi hanyalah potret kecil dari jutaan perempuan prasejahtera di Indonesia yang menjadi tulang punggung keluarga. Di tengah perjuangan tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) hadir melalui program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) sebagai solusi konkret pemberdayaan ekonomi perempuan ultra mikro.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menegaskan bahwa institusinya terus berkomitmen menjalankan mandat negara dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. Selama 26 tahun berkiprah, PNM konsisten menyasar masyarakat prasejahtera agar mampu mandiri secara ekonomi.

“Selama 26 tahun PNM diberikan mandat oleh negara untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi kepada masyarakat Indonesia, khususnya prasejahtera,” kata Arief Mulyadi, Selasa (24/3/2026).

Program PNM Mekaar tidak hanya sekadar memberikan akses permodalan tanpa agunan, tetapi juga membangun ekosistem pendampingan yang intensif. Melalui mekanisme kelompok kecil atau tanggung renteng, setiap nasabah mendapatkan dukungan sosial dari sesama anggota lingkungan. Sistem ini terbukti efektif dalam menumbuhkan disiplin dan solidaritas usaha.

Dalam praktiknya, PNM juga menawarkan skema Mekaar Syariah yang menggunakan akad murabahah, wakalah, dan wadiah sesuai fatwa Dewan Syariah Nasional MUI. Meski berbasis syariah, pola pendampingan mingguan tetap menjadi ruh utama untuk memastikan usaha nasabah berjalan terarah dan berkelanjutan.

EVP Pengembangan & Jasa Manajemen PNM, Razaq Manan Ahmad, menyatakan bahwa perempuan merupakan motor penggerak utama dalam kemajuan sosial. Hal ini yang mendasari strategi PNM untuk mengintegrasikan modal finansial dengan modal intelektual melalui berbagai pelatihan literasi keuangan dan manajemen usaha.

“Perempuan merupakan motor penggerak utama dalam menciptakan kemajuan ekonomi dan sosial,” tegas Razaq. Ia menambahkan bahwa saat ini sebanyak 73 persen pembiayaan yang disalurkan oleh PNM telah berbasis syariah.

Keberhasilan model pemberdayaan ini membawa PNM menjadi salah satu lembaga mikrofinansial perempuan terbesar di dunia. Hingga Februari 2026, PNM tercatat telah melayani 22,9 juta nasabah perempuan yang tersebar di 60.250 desa dan kelurahan di seluruh penjuru Indonesia. Melalui pendampingan yang tepat, para perempuan tangguh ini diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.(mus) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow