MPLS 2026 di Gresik Resmi Dimulai, Bupati Yani Tekankan Sekolah Ramah dan Antiperundungan

"Sekolah moderasi beragama mengajarkan pentingnya bersikap tengah dalam beragama, tidak berlebihan ataupun ekstrem. Di dalamnya ada nilai toleransi, saling menghormati antara mayoritas dan minoritas, serta menghargai budaya dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat," jelasnya.

14 Jul 2026 - 01:12
MPLS 2026 di Gresik Resmi Dimulai, Bupati Yani Tekankan Sekolah Ramah dan Antiperundungan
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat meninjau MPLS tahun ajaran 2026/20270 di UPT SMPN 1 Gresik (Ist/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 resmi dimulai di Kabupaten Gresik. Momentum hari pertama sekolah dimanfaatkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani untuk menegaskan komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, ramah, inklusif, sekaligus bebas dari perundungan dan kekerasan.

Komitmen tersebut disampaikan Gus Yani sapaan akrab Bupati saat memimpin apel pembukaan MPLS Ramah yang dirangkai dengan peluncuran Sekolah Moderasi Beragama di UPT SMPN 1 Gresik, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik, Senin (13/07/2026).

Dalam sambutannya, Gus Yani menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar agenda pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi langkah awal membangun karakter peserta didik melalui suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

"Mari kita wujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan penuh semangat belajar. Dengan begitu, setiap peserta didik dapat memulai perjalanan pendidikannya dengan percaya diri dan bahagia," ujar Gus Yani.

Menurut Gus Yani, berbagai penguatan kebijakan yang diterapkan pemerintah membuat pelaksanaan MPLS kini lebih edukatif. Materi pembelajaran disusun lebih relevan dengan kebutuhan siswa, disertai aturan yang tegas untuk mencegah praktik perundungan, kekerasan, maupun bentuk kegiatan yang tidak mendidik.

Pada kesempatan yang sama, Gus Yani juga meluncurkan program Sekolah Moderasi Beragama sebagai upaya menanamkan nilai toleransi sejak dini di lingkungan pendidikan.

Gus Yani menjelaskan, moderasi beragama mengajarkan peserta didik untuk memiliki cara pandang yang seimbang dalam menjalankan keyakinan, menghormati perbedaan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan.

"Sekolah moderasi beragama mengajarkan pentingnya bersikap tengah dalam beragama, tidak berlebihan ataupun ekstrem. Di dalamnya ada nilai toleransi, saling menghormati antara mayoritas dan minoritas, serta menghargai budaya dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat," jelasnya.

Ia berharap seluruh sekolah di Kabupaten Gresik ke depan dapat menjadi rujukan Sekolah Moderasi Beragama sebagai bagian dari upaya mencetak generasi muda yang berkarakter, toleran, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.

"Saya berharap sekolah-sekolah di Kabupaten Gresik menjadi rujukan sekolah moderasi beragama, sehingga nilai-nilai toleransi dan kerukunan benar-benar tertanam sejak dini kepada generasi penerus bangsa," tuturnya.

Usai membuka MPLS, Gus Yani langsung meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di ruang-ruang kelas. Ia ingin memastikan distribusi makanan berjalan lancar pada hari pertama masuk sekolah sekaligus mendengar langsung tanggapan para siswa.

Menurutnya, MPLS yang berkualitas harus berjalan seiring dengan pemenuhan gizi peserta didik agar mampu menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

"Saya sengaja masuk ke ruang kelas untuk melihat langsung pelaksanaan MBG. Dari testimoni siswa tadi, mereka berharap ada tambahan susu dalam menu. Masukan ini tentu menjadi perhatian. Saya juga mengapresiasi kesiapan sekolah dan penyedia menu yang telah mendukung kelancaran program pada hari pertama sekolah," tandasnya.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow