Meriah, Desa Jatiwates Jombang Gelar Tasyakuran Gawai Bumi Sumbersoko V 

30 May 2025 - 20:26
Meriah, Desa Jatiwates Jombang Gelar Tasyakuran Gawai Bumi Sumbersoko V 
Meriah, Desa Jatiwates Jombang Gelar Tasyakuran Gawai Bumi Sumbersoko V, Jumat (30/05/2025).(Foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Masyarakat Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang, merayakan tradisi tahunan "Gawai Bumi Sumbersoko V" sebagai bentuk tasyakuran atas hasil panen.

 Acara yang berlangsung selama dua hari di Punden Onto Kusumo, Dusun Sumbersoko, ini mencapai puncaknya pada Jumat (30/5/2025).

Dalam kirab budaya yang meriah ini, warga mempersembahkan hasil bumi dan berbagai sajian budaya lokal. Acara dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Jombang, Plh Kepala Dinas Pendidikan, Wor Windari, yang membacakan sambutan Bupati Jombang, Warsubi.

“Melestarikan budaya lokal seperti yang kita lakukan hari ini adalah usaha bersama untuk memberikan contoh kepada generasi muda agar tetap mencintai budayanya sendiri. Jangan sampai anak cucu kita lupa dengan warisan budaya leluhur,” ungkap Windari.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan ungkapan syukur atas hasil panen yang melimpah, mengingat mayoritas warga Dusun Sumbersoko berprofesi sebagai petani.

“Melalui acara ini, kita juga bisa menggali potensi desa, baik di bidang ekonomi, wisata desa, peternakan, pertanian, hingga UMKM. Pemerintah Kabupaten Jombang sangat mendukung kegiatan ini dan berharap menjadi agenda tahunan untuk membangun Desa Jatiwates yang maju, mandiri, dan berbudaya,” lanjutnya.

Kepala Desa Jatiwates, Ayudin Karomin, menyampaikan bahwa tradisi ini telah dilestarikan secara turun-temurun dan mulai diformalkan sebagai agenda tahunan sejak tahun 2021.

“Ini sudah tahun kelima. Acara dimulai kemarin dengan istighosah, dan malam ini akan ada pagelaran campursari. Yang unik, setiap tahun saat sedekah bumi selalu ada penyembelihan kambing kendit jantan pada Jumat Pahing jam 5 pagi. Dagingnya kemudian dimasak dan dibagikan ke seluruh warga bersama tumpeng,” jelasnya.

Ayudin juga menambahkan bahwa penanggung jawab tiap RT memiliki peran masing-masing dalam menyiapkan tumpeng dan logistik acara. Selain itu, ada pertunjukan wayang krucil dan penyambutan dengan tari tradisional dari sanggar seni lokal.

“Kami berharap ke depan acara ini bisa lebih meriah lagi dan tetap menjadi bagian dari tradisi desa yang menguri-uri budaya leluhur,” pungkasnya.

Ketua Komisi B DPRD Jombang, Anas Burhani, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi desa sebagai bagian dari sejarah dan identitas budaya.

"Alhamdulillah, kami sangat mendukung kegiatan sedekah desa seperti ini karena bisa melestarikan tradisi kebudayaan desa. Ini penting agar sejarah masa lalu tidak hilang. Semua desa pasti punya tradisi dan sejarah masing-masing, dan kami di DPRD sangat respek terhadap hal ini," ujar Anas saat ditemui di lokasi acara.

Anas menambahkan, pihaknya akan mendorong pemerintah eksekutif untuk lebih serius memperhatikan pelestarian budaya lokal, termasuk dalam hal anggaran.

"Kalau anggarannya kurang ya harus ditambah, karena ini sangat menunjang perekonomian masyarakat. Setelah panen, warga melakukan sedekah dan di sana ada UMKM yang jualan, ini jelas menggerakkan ekonomi," tegasnya.

Meski demikian, Anas menilai sarana dan prasarana pendukung kegiatan ini masih perlu ditingkatkan. Ia berharap ke depan kawasan Punden Onto Kusumo dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya.

"Mudah-mudahan nanti punden atau petilasan ini bisa jadi objek wisata yang menarik. Kalau sudah menarik, otomatis ekonomi juga akan ikut tumbuh," pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan rasa syukur, Gawai Bumi Sumbersoko V menjadi momen penting bagi masyarakat Desa Jatiwates untuk melestarikan budaya dan memperkuat ikatan sosial antarwarga. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow