Meresahkan Warga di Terminal, Pria Terlantar Tanpa Identitas Dievakuasi ke RSJ Menur Surabaya

Saat diamankan dan dalam kondisi tanpa busana dan sempat memberontak. Selain itu Ia juga mengalami stroke,” ujar Ahli Muda Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Gresik, Alfi Ariyanto, Minggu (07/06/2026).

08 Jun 2026 - 04:06
Meresahkan Warga di Terminal, Pria Terlantar Tanpa Identitas Dievakuasi ke RSJ Menur Surabaya
Petugas Dinsos dibantu personil Dishub Gresik mengevakuasi OT yang dilaporkan membuat resah warga disekitar Terminal Gubernur Suryo Gresik (Ist/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Nasib seorang pria terlantar yang selama beberapa waktu berada di kawasan Terminal Jalan Gubernur Suryo, Kabupaten Gresik, akhirnya mendapat perhatian. Setelah dilaporkan meresahkan warga dan para sopir angkutan umum, pria tersebut dievakuasi oleh petugas Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik untuk mendapatkan penanganan medis dan perlindungan sosial.

Evakuasi dilakukan menyusul laporan dari paguyuban sopir angkot yang kerap beraktivitas di terminal. Mereka mengaku merasa terganggu dengan keberadaan pria tersebut yang hidup tanpa tempat tinggal tetap dan sering berada di area publik terminal.

Petugas Dinsos yang datang ke lokasi sempat menghadapi kesulitan saat proses evakuasi berlangsung. Kondisi kesehatan dan mental pria tersebut membuat proses pengamanan harus dilakukan dengan pendekatan khusus.

“Saat diamankan dan dalam kondisi tanpa busana dan sempat memberontak. Selain itu Ia juga mengalami stroke,” ujar Ahli Muda Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Gresik, Alfi Ariyanto, Minggu (07/06/2026).

Setelah berhasil dievakuasi, pria itu sempat dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk mendapatkan penanganan awal. Namun upaya tersebut terkendala persoalan administrasi kependudukan karena identitas yang bersangkutan tidak ditemukan dalam sistem saat dilakukan pengecekan biometrik.

“Semula kami hendak merujuknya ke RSUD Ibnu Sina. Namun identitasnya tidak teridentifikasi di sistem, sehingga akhirnya dirujuk ke RS Menur,” jelas Alfi.

Selanjutnya, pria tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya untuk menjalani observasi dan perawatan medis lebih lanjut. Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu dijadwalkan menangani pasien selama kurang lebih 20 hari guna memastikan kondisi kesehatannya dapat ditangani secara optimal.

Di tengah proses penanganan tersebut, Dinsos Gresik juga terus berupaya menelusuri identitas dan keberadaan keluarga pasien. Berdasarkan informasi awal yang berhasil dihimpun petugas, pria tersebut diduga masih memiliki kerabat di wilayah Kabupaten Gresik, tepatnya di Kecamatan Cerme dan Desa Gumeno.

“Kami masih melakukan penelusuran untuk mencari pihak keluarga agar proses penanganan bisa lebih maksimal,” imbuh Alfi.

Selain itu, Dinsos berencana melakukan perekaman ulang data kependudukan dan E-KTP setelah kondisi pasien membaik. Langkah tersebut penting agar yang bersangkutan kembali terdaftar dalam sistem administrasi kependudukan dan dapat memperoleh akses terhadap berbagai layanan sosial maupun kesehatan yang disediakan pemerintah.

Evakuasi OT ini kembali menjadi perhatian karena kawasan terminal merupakan salah satu titik dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. 

Pihak Dinsos Gresik mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan orang terlantar yang membutuhkan bantuan, sehingga dapat segera mendapatkan penanganan yang layak dan manusiawi.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow