Menteri Pertanian Jamin Stok Beras Nasional Aman

16 Feb 2023 - 10:11
Menteri Pertanian Jamin Stok Beras Nasional Aman
Petugas saat berada di Gudang Bulog. (dok.afederasi.com)

Jakarta, (afederasi.com) – Menteri Pertanian (mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan ketersediaan stok beras nasional aman.

Ia mengaku jengah dengan keraguan banyak pihak soal stok beras di Tanah Air. Pasalnya Indonesia diperkirakan akan mengalami surplus beras setidaknya 1,7 juta ton pada tahun ini.

“Hari ini di Bantul, meyakinkan kita bahwa di seluruh daerah di Indonesia ini memasuki musim panen dari hari ke hari yang makin masif. Bahkan kita katakan, tidak ada hari lagi tanpa panen di hampir semua daerah,” ujarnya.

Syahrul hadir di tengah petani di Bantul, Yogyakarta, menyelenggarakan panen raya. Ia bahkan ikut menaiki mesin pemanen di tengah hamparan padi. Satu hektare lahan di kawasan itu, kata Syahrul, menghasilnya 7,8 ton Gabah Kering Panen (GKP).

“Memasuki Februari ini, ada kurang lebih 1,9 juta hektare di seluruh Indonesia yang siap panen,” tandasnya.

Kementerian yang dipimpin Syahrul memang kerap diserang terkait produksi padi dalam negeri. Dalam beberapa kali rapat bersama Komisi IV DPR, kritikan tajam dilayangkan karena pernyataan Syahrul soal swasembada pangan dianggap tidak sesuai dengan kondisi lapangan.

Salah satu faktor yang menguntungkan Indonesia saat ini adalah kondisi alam dan cuaca yang cukup bersahabat. Hujan yang cukup mendukung produksi dalam musim tanam kali ini. Petani telah dapat meulai panen pada Februari, sedangkan puncak panen menurut Syahrul akan berlangsung Maret hingga April.

“Oleh karena itu kita berharap hasil produksi ini segera terproses di semua penggilingan. Dari penggilingan tentu akan menuju pasar, dengan begitu tentu kita berharap ketersediaan di seluruh Indonesia cukup,” tegasnya.

Syahrul menyebut, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras nasional 32 juta ton, sedang kebutuhan kurang lebih 30 juta ton. Setidaknya, akan ada cadangan hingga 1,7 juta ton. BPS dalam data itu juga menyebut bahwa panen dalam rentang Februari-Maret akan mencapai sekitar 10 juta ton.

Namun, pengamatan Kementerian Pertanian melalui satelit melihat produksi periode itu bahkan dapat mencapai 11,1 juta ton. Data satelit ini dijamin Syahrul valid karena memotret seluruh lahan padi di Tanah Air. Selain itu, laporan dari dinas-dinas provinsi dan kabupaten terkait panen padi, juga mendukung tren yang sama.

“Tidak bener kalau dibilang produktivitas kita kurang,” tegasnya lagi.

Kepala Dinas Pertanian Yogyakarta Sugeng Purwanto mengakui hampir seluruh pusat budidaya padi di daerah ini berasa pasa masa panen raya. Pada Maret dan April nanti, diperkirakan penambahan stok padi akan terjadi karena total luasan tanaman padi di provinsi ini mencapai 193 ribu hektare.

Sementara Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi mengatakan panen raya memang sedang dilakukan di Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan sebagian daerah di luar Jawa.

“Dari hasil hitungan kami, perkiraan produksi lebih dari 3 juta ton beras. Ini tentu mencukupi konsumsi beras nasional 2,5 juta ton per bulan. Namun, memang jika dipanennya Februari, masuk pasarnya akan sekitar awal Maret, karena ada proses panen, penggilingan dan sebagainya,” ucapnya. (mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow