Mengungkap Jejak Sejarah: Sejarawan Roso Daras Ungkap Sosok Tua Saksi Kelahiran Bung Karno

08 Jun 2025 - 15:10
Mengungkap Jejak Sejarah: Sejarawan Roso Daras Ungkap Sosok Tua Saksi Kelahiran Bung Karno
Sejarawan dan penulis buku Bung Karno, Roso Daras saat mengunjungi rumah kelahiran Bung Karno di Desa Rejoagung, Ploso, Jombang, tahun 2024 lalu. (foto: santoso /afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) - Sejarawan nasional dan penulis buku tentang Bung Karno, Roso Daras, baru-baru ini mengulas narasi menarik mengenai sosok tua yang menjadi saksi kelahiran Sang Proklamator, Ir. Soekarno. Dalam bukunya yang berjudul Penyambung Lidah Rakjat, yang ditulis oleh penulis Amerika, Cindy Adams, dan terbit pada tahun 1966, terdapat penjelasan mendalam mengenai kondisi saat kelahiran Bung Karno.

Dalam buku tersebut, Roso Daras mengutip, "Bapak tidak mampu memanggil dukun untuk menolong anak yang akan lahir. Keadaan kami terlalu ketiadaan. Satu-satunya orang yang menghadapi ibu ialah seorang kawan dari keluarga kami, seorang kakek yang sudah terlalu amat tua. Dialah, dan tidak ada orang lain selain dari orang tua itu, yang menjambutku menginjak dunia ini."

"Saya kira sosok ini penting menjadi salah satu petunjuk untuk mencari kepastian kapan dan di mana sebenarnya Bung Karno dilahirkan," ungkap Roso Daras pada Minggu (08/06). Ia juga menambahkan bahwa tahun lalu, teman-teman pegiat sejarah di Jombang telah menemukan foto sosok tersebut.

Lantas, siapakah sosok tua yang dimaksud dalam buku Cindy Adams? Situs Persada Soekarno Wates Kediri menjelaskan bahwa berdasarkan cerita dari keluarga, yang memegang bayi Koesno (nama kecil Soekarno) saat lahir adalah Kek Suro. Kek Suro dikenal sebagai penasehat spiritual Presiden Soekarno semasa berkantor di Istana Yogyakarta pada tahun 1946 hingga 1949. Makam Kek Suro terletak di Yogyakarta, satu kompleks dengan makam H.O.S. Cokroaminoto.

Pemilik foto Mbah Suro atau Kek Suro, Sulisyono Imam Jayaharja, menjelaskan bahwa foto tersebut terdapat dalam satu frame bersama foto-foto tokoh Kabuh Jombang pada tahun 1925. "Di dalam foto itu ada buyut kami yang bernama Buyut Haji Ilyas, yang merupakan Lurah Brumbung Mangunan Kabuh saat itu, lalu ada Raden Djamilun, dan juga terdapat foto Mbah Suro," jelas Sulisyono.

Terdapat keterangan tulisan dalam foto tersebut, yakni 'Koenjoengan R. Djamiloen ke Broemboeng 1925'. Diketahui, Brumbung adalah Desa Mangunan saat ini. Sulisyono menambahkan bahwa Mbah Suro adalah kawan dari Buyut Ilyas, yang juga merupakan pimpinan Tarekat Satariyah wilayah utara Brantas saat itu.

"Foto itu diambil oleh Pakdhe Ikhwan, cucu Buyut Ilyas, yang saat itu merupakan pegawai 'Duoane' atau Bea Cukai masa Hindia Belanda. Jadi foto itu adalah koleksi keluarga kami," terang Sulisyono.

Sejumlah data yang ditemukan oleh pegiat sejarah di Kabupaten Jombang semakin menunjukkan bahwa Sang Proklamator dan Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno, lahir di Ploso Jombang pada tanggal 6 Juni 1902. Selain data tertulis, banyak cerita tutur dan foto-foto langka yang terkait dengan sejarah Bung Karno di Ploso Jombang.

Dengan penemuan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal dan menghargai sejarah kelahiran Bung Karno, yang merupakan salah satu tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. (san) 

 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow